December 17th,
2012
Happy Birthday
ICHAAAA..
Hari
ini hari ulang tahun Icha, dimana bombot(pacar icha) telah mempersiapkan hadiah
untuknya. Hadiah apakah itu? Sesuatu yang benar-benar diimpikan saat kita ulang
tahun. Ya, kue tart! Kue tartnya kali ini sudah dihias sedemikian rupa agar
terlihat bagus♥ kue tart itu bertuliskan “Happy B’day ICHA J”
semua sudah siap, namun bombot tak kunjung datang ke rumahku. Lamaaa
menunguuu..
Rupanya,
dia baru saja selesai mandi. Dan ternyata, dia berada di rumah Iqbal. Katanya
sih, Iqbal sama Ardi sama-sama belum mandi(?) Weng. Padahal Icha setelah ini
mau mengajak makan malam, ada traktiran rupanya. Setelah maghrib, semuanya
telah siap. Kamipun berangkat mengendarai sepedah motor masing-masing.
Namun,
rupanya kali ini ada kabar buruk. Aku dan Icha kehilangan jejak mereka. Icha
ngebut sih-__- aku menyuruh Icha untuk menepi. 5 menit kemudian, kami masih
saja tak menemukan mereka.
“Apa
balik aja ya?” kata Icha terhadapku.
“Ya
sudah, ayo!”
Icha
mulai menancapkan gasnya lagi. Memutar balik ke arah sebelumnya.
“Nesa,
kamu lihat kanan jalan ya,” katanya dengan nada sedikit kecewa.
“Iya
cha, aku lihat kanan jalan kok. Kamu konsentrasi ke jalan aja. Soalnya kamu
yang nyetir-__-“ Icha hanya mengangguk.
Dalam batinnya,
ia sangat tersiksa.
“Mengapa
harus berpencar seperti ini?” namun, aku hanya membiarkannya agar tak memancing
emosinya.
“Icha,
putar balik! Itu Iqbal sama Mas Afif,” kataku dengan melihat ke arahnya terus.
Kali ini, aku tak ingin kehilangan mereka (lagi).
Icha
meretting kendaraan kami, namun Icha marah terhadapku.
“Lho
nesa, mana?”
“Di
depan cha!”
“Mana
sih? Gak ada gitu?”
“Ada
cha, di depan! Buruan~”
Icha mempercepat
laju kendaraan, seolah dia tahu maksudku. Aku tak ingin berpencar seperti ini
lagi! Akhirnya, kami pun pergi ke tempat yang sudah ditentukan Icha. Namun sepertinya,
kali ini bukan Icha yang memutuskan. Mas Afif! Iya, dia yang memarkirkan
sepedah motornya di daerah Losari. Tau gak kalau disana makanannya mahal-mahal?
Halooo-_-
Icha
disibukkan oleh memilih tempat makan dan bukan hanya itu, dia disibukkan pula
oleh Bombot. Aku tak tahu mereka membicarakan apa. Yang aku tahu, aku hanya tak
boleh mendengar percakapan mereka. Di samping itu, ketiga cowok kita yaitu: Mas
Afif, Iqbal, dan Ardi sedang asyik berfoto-foto. Bayangkan saja, aku sangat
bosan dengan keadaan itu. Ayolah, saat ini aku sedang tak enak badan. Tolong
jangan biarkan aku sendirian.
Tak
lama, Icha menghampiriku. Untunglah dia paham dengan keadaanku saat ini. Aku
menunggu mereka di parkiran, aku hanya duduk terdiam. Bahkan aku tak sadar jika
kue tart yang tadinya di pegang Bombot telah jatuh. Dia menaruhnya di
sebelahku. Maaf, sungguh aku tak sadar. Dengan cekatan dia mengambilnya. Dengan
spontan, aku meminta maaf kepada Icha. Namun, Icha tetap saja tak mengerti apa
maksudku. Karena aku hanya meminta maaf tanpa menyebutkan apa permasalahannya.
Aku meminta
maaf ke Bombot, namun tak didengar. Dengan wajah yang sedikit muram dan marah
aku mengajak Icha untuk membeli obat di toko seberang. Awalnya, Icha menolak
karena dia ingin Iqbal yang membelikan aku. Namun… aku menolak jika dia yang
membelikan aku. Aku menarik Icha dengan segera. Di perjalanan menuju toko itu,
aku sempat memarahinya.
“Icha,
please aku nggak mau kamu mojokin aku sama Iqbal. Udahlah, lagian aku sudah
menjalin hubungan dengan Vicko! Tuhan, kenapa selalu begini? Kalau aku mau
pergi dari kehidupan Iqbal, pasti Iqbal bakalan muncul lagi kayak gini. Aku
bosaaann!” kataku kepadanya.
“Ya
sudahlah, sabar. Oh ya, kamu beli tolak angin berapa?”
“Satu
aja.”
Tanpa basa-basi
Icha lalu membelikanku tolak angin. Eits, flashback dulu ya! Tadi, waktu Icha
nyuruh Iqbal untuk membelikan obat untukku dia berasa kaget dan aneh. Apakah ia
khawatir terhadapku? Apakah masih ada rasa itu untukku? Aku sempat tersenyum
untuk melihat wajahnya yang sedikit khawatir terhadapku. Namun, sudahlah aku
hanya bayang-bayang penghalang untuknya.
Langkahku
begitu berat, badanku terasa panas tapi untunglah obat yang tadi aku minum
membuatku sedikit baikan. Aku ingin membuktikan kepada Icha, aku menarik
tangannya dan dengan sengaja aku menaruh tangannya di leherku.
“Nesa,
kamu panas?”
“Iya,
tapi gak apa-apa kok! Ayo cepetan makan, terus pulang.”
Ia tetap
berjalan menyusuri sudut-sudut kota. Namun, ia berhenti di depan lapak penjual
nasi goreng yang dulu pernah kami kunjungi.
“Makan
nasi goreng aja gimana?”
“Ya
terserah wes,” semua mengiyakan ajakan Icha.
Kami memilih
tempat duduk. Hanya bangku paling depan yang masih kosong. Dan sekiranya, kami
pun duduk di bangku tersebut. Kami memesan makanan. Dengan perasaan was-was
akan kue tart yang telah aku hancurkan tadi, aku hanya memilih diam. Semua
bercanda, namun mereka juga berfoto-foto disana. Aku tak ikut, aku hanya diam
dan tak berkutik. Namun sesekali aku mengajak Icha bicara.
Kali ini,
topik pembicaraannya Aku dan Iqbal. Tuhkan, paling sebel kalau dipojokkan
seperti ini lagi. Kalau dulu, aku akan menerimanya. Namun sekarang? Aku telah
berpacaran dengan Vicko. Aku tak mungkin bisa tertawa lepas disana.
Semua terdiam
karena telah mengetahui pesanan kami datang. Tapi, kali ini mungkin lebih seru
dari pada ulang tahunku kemarin. Ya sudahlah, tak mengapa. Kami menyantap
makanan dengan lahap. Namun, aku lupa. Aku batuk, dan seharusnya aku tak
memakan makanan yang mengandung minyak dalam jumlah besar. Tapi apalah daya,
aku sudah memesannya. Berarti aku harus menghabiskan makanan itu.
Saat itu,
semua sudah selesai mengecap makanan. Dan aku pun juga telah menyudahinya. Kami
beranjak dari tempat duduk. Eh, ada yang lupa! Kue tartnya Icha belum
dinyalakan. Dengan gaya sok cepat, aku pun menancapkan lilin-lilin kecil
diatasnya dan menyalakannya.
“Icha,
make a wish dulu!” kataku.
“Ayo
foto!” kata Icha.
“Ayoo…”
aku pun menyetujuinya.
“1…2…3..
Cheese!” kata Iqbal dengan spontan karena kami tahu dia yang memegang kamera
milik Ardi.
Tiba-tiba,
Mas Afif dengan sadar mencengkram kue tart Icha. Dia menghancurkannya lagi! Namun
kali ini beda, dia menaruh roti yang lengkap dengan creamnya itu di muka Icha. Dengan
spontan kami tertawa. Namun aku tak sadar, rupanya Icha juga ingin membalasnya.
Akulah sasaran empuknya. Karena aku berada tepat di depan Icha. Tapi tak hanya
aku, semua kena cream kue tart itu. Namun, hanya wajah seseorang yang masih
bersih tak belepotan. Iqbal! Iya dia, betapa marahnya aku mengetahui itu.
Akhirnya aku memutuskan untuk mengejarnya.
Kejadian
itu telah menyapu keheningan malam. Kami tahu saat ini udara semakin menusuk
tulang-tulang rusukku. Kami harus pulang. Tetapi aku tak mau berhenti kalau
Iqbal belum kena! Yeyeye..
Aku
mengancamnya. Jika dia belum kena, maka jok sepedah motornyalah yang menjadi
sasaran empukku. Haha. Namun sepertinya ini sudah terlalu malam, akhirnya Icha
mengambil tindakan. Dia mengejar Iqbal dan menangkapnya. Icha berbicara
sedikit, namun aku tak bisa mendengarnya. Aku putuskan untuk mendekat. Kali ini
Iqbal tak menolak. Aku mencolek cream yang ada di jariku ke pipinya.
“Sekali
aja, Bal!”
Ia
hanya pasrah dan menerima kenyataan. Haha. Lalu, dia membasuh mukanya di tempat
air yang berada tak jauh dari sepedah motorku. Dia mengucapkan selamat ulang
tahun kepada Icha.
“Cha,
happy birthday ya! Makasih lho.”
“Iya,
sama-sama! Lho nggak pamitan sama Nesa tha?”
Dia hanya
tersenyum malu. Aku pun juga begitu terhadapnya. Akhirnya, dia memberanikan
diri untuk berpamitan kepadaku. Aku pun iseng menaruh coklat di tangannya saat
kita bersalaman. Dan dia hanya tersenyum dan tak mengucapkan apapun.
“Aku
pulang dulu ya,” kata-katanya tak jelas di telingaku.
Namun,
saat itu aku benar-benar senang bertemu lagi dengannya. Dan memegang tangannya
untuk kedua kalinya. Tapi sayang, aku tahu semua itu hanya mimpi. Dan aku hanya
bisa menggapainya di mimpiku. Namun tak apalah. Saat itu, aku hanya bisa
berterima kasih terhadap Icha. Dan hal yang paling buruk, sepulang dari acara
itu aku selalu senyum-senyum sendiri.
Iqbal,
katakanlah jika kamu benar-benar menyayangiku({}) Aku selalu menunggumu♥
wakkwkwkkk mbanyol juga ya kalau di cerita ulang.. hahaha jadi pingin seperti itu lagi.. ({}) :*
BalasHapusHaha, iya doonggg:D
BalasHapusKakak, yang ini baggguuus looo!!!! (y)
BalasHapusMakaseeehB)
BalasHapusCiyeeeh, smsm kak :*
BalasHapusHehe;;)
BalasHapus