Rabu, 23 Januari 2013

Minta do'anya ya!


Tuhan, ajarkan aku kesempurnaan. Ingatkan aku untuk selalu mengejar kesempurnaan bukan mengejar kesuksesan. Masa depanku ada di tanganmu. Aku hanya bisa berdo’a dan berusaha. Aku mohon agar Ujian Nasional 2013 bisa dilaksanakan dengan tertib dan lancar. Amin. Ya Allah, hambamu ini ingin masuk SMA ya Allah. SMA 4 ya Allah. Hamba mohon.
Namun dibalik semua itu, aku masih bimbang. Apakah aku harus memilih SMA ata SMK!-______- Tuhan, hamba mohon agar pilihan hamba ini bisa terkabul dan selalu benar di mataMu. Amin.
Temen-temen, minta do’anya ya. Do’akan kami  bisa mengerjakan UNAS dengan lancar tanpa menyontek. Dan mendapatkan danem tertinggi di sekolah ya Allah (˘ʃƪ˘)

Pahamkan Aku, Cinta!


Pahamkan Aku, Cinta!

Seandainya kau tahu. Panah asmara ini menghujam hatiku. Aku yakin kau masih tak paham. Dan aku mengerti, ini bukanlah segalanya. Cinta, mengertikah kau tentang cinta? Seberapa dalam kau mencintaiku? Apakah kau peduli padaku? Mengapa semua berubah? Benarkah ini cinta?
Seseorang meyakinkan bahwa ini benar-benar cinta. Namun aku tak ingin kehilangannya. Aku hanya ingin kita sebatas sahabat. Ingatlah, aku sudah milikinya. Tuhan, inikah rasanya sahabat menjadi cinta? Iyakah? Tuhan tolong yakinkan aku. Aku tak ingin kita berpisah di kala nanti. Aku ingin kau mengerti. Namun apalah daya, aku juga menikmatinya. Aku juga merasakan rasa yang sama.
Apakah aku salah bila mencintainya? Apakah aku harus pergi menjauh darinya? Namun bagaimana dengan perasaannya nanti? Mengapa semua ini terjadi? Aku memang salah jika harus mencintainya, namun bagaimana lagi? Semua harapan telah musnah. Aku lebih nyaman dengannya bukan denganmu! Kemana kah engkau selama ini? Apa kau mengingatku? Aku tak yakin.
Nesa, ini semua salah. Tuhan tolong hentikan semua ini. Aku mohon. Aku tak ingin mencintainya, walau sebenarnya aku merasa nyaman dengannya. Tuhan, aku takut. Aku takut jika harus mencintainya dalam hidupku. Kali ini aku benar-benar tak ingin kehilangannya. Hanya dia yang aku mau.
Semua seolah berubah setelah ada dia. Dia mungkin hanya dia yang mengerti aku. Yang paham dengan semua masalahku, selalu mendukungku, bahkan dia selalu menasehatiku. Dia sosok yang dewasa dan luar biasa. Namun jika dibandingkan denganmu, seolah berbeda. Sangat berbeda 180º.
Dia yang selalu bisa meyakinkanku, namun dirimu? Kamu selalu tak ada jika aku membutuhkanmu. Tapi aku selalu mencoba untuk diam. Karena ku tahu, kamu akan kecewa mendengarnya. Tapi, apakah aku harus selalu menutup-nutupi kebohongan ini? Jika aku berbohong, pasti akan muncul kebohongan-kebohongan lainnya.
Semua ini menyebalkan. Sangat menyebalkan! Dimana kamu selalu berhasil merayuku. Sedangkan kamu? Kamu hanya pemberi harapan palsu. Kamu selalu memberi janji yang tak nyata. Apakah aku harus mempertahankanmu lagi? Mengingat kamu selalu tak punya pilihan. Kamu bukan pria dewasa yang aku mau. Kamu bukan sosok yang selalu ku rindukan.
Jangan salahkan aku, jika aku bersikap begitu. Bagaimana bisa aku harus terus-terusan jadi wanita yang pendiam dan mau disakiti? Walaupun aku diam, namun aku tak akan kalah! Kamu yang tak pernah menghubungiku membuat suasana hatiku kacau. Mengapa tidak? Iya bila kau tak macam-macam dengan wanita lain. Namun jika iya? Taukah kau apa yang akan terjadi? Apakah kau juga merasakan hal yang sama denganku? Tentu tidak!
Aku yakin padamu tapi aku juga mengharapkannya<3

Kamis, 17 Januari 2013

Manusia Biasa yang Jauh dari KESEMPURNAAN

Tuhan aku sangat yakin. Inilah ujian dari sebuah persahabatan. Dimana saatnya aku merasa jengkel dan sangat marah. Memang awalnya aku selalu memendam semua ini karena aku tak ingin menyampaikan ini semua padamu. Ku coba meredam semua amarah. Namun ternyata, kau melakukannya berkali-kali. Sebenarnya aku tak tega. Namun bagaimana lagi? Kau sangat keterlaluan. Coba rasakan jadi aku! Memang terkadang aku salah, tetapi kali ini tidak!
Kamu yang salah! Aku sudah mencoba bersabar untuk ini. Memang sepele, namun aku benar-benar seperti diinjak-injak. Memang kamu siapa? Dengan seenaknya menginjak-injak harga diriku. Memang aku yang menjauh! Namun semua ini karena kamu, karena sikapmu. Taukah engkau mengapa aku begitu? Akankah kau tahu perasaanku? Apa pedulinya kau terhadapku? Aku sudah mempercayaimu, namun? Semua berubah! Semua harapanku musnah. Aku tak bisa menggapainya lagi bersamamu. Aku telah menganggapmu sahabat, bahkan lebih!
Icha, ini semua tak semudah yang kamu kira. Aku punya perasaan! Akankah kamu ingin selalu menyalahkan aku? Maafkan aku, aku memang salah. Namun menurutku ini benar! Kamu yakin kalau kamu juga benar? Sama aku juga merasakannya.
Tuhan, jangan biarkan kami berlarut-larut memikirkan ini semua! Aku sudah mengatakan secara baik-baik padanya. Entahlah, aku tak tahu apakah ini benar. Yang pasti, aku tak ingin kita salah paham kembali.
Hey teman, saran buat kalian yang lagi ada masalah sama sahabat:
·         Jangan biarkan masalah ini semakin panjang dan ruwet,
·         Bicarakan baik-baik dengannya,
·         Jangan dahulukan egois,
·         Dengarkan penjelasan darinya,
·         Jangan sampai terjadi salah paham yang menyebabkan masalah tersebut menjadi panjang, dan
·         Yakinlah pasti semua akan baik-baik saja.

Jangan sampai seperti aku ya. Aku hanya bisa terdiam untuk menegurnya. Karena aku sangat memahami perasaannya. Namun jika kalian seperti sifatku ini, sebaiknya segera hilangkan. Maklum saja, jika tidak kalian akan menyesal di akhir dan merasa harga diri kalian diinjak-injak. Sudahlah. Yang terpenting, jangan sampai putus hubungan dengannya. Jika ada yang salah pada sahabat kalian, tolong benarkan dia. Bantu dia untuk memperbaiki dirinya. Tegur dia! Ingatkan dia!
Tuhan, cepat selesaikan masalah di antara kami. Aku sudah jenuh. Aku ingin semua seperti dulu. Saat awal bertemu dengannya. Icha yang polos, icha yang selalu ada untukku, icha yang selalu rajin mendengarkan curhatanku.
Icha, maafkan aku jika aku terlalu egois. Aku hanyalah manusia biasa yang jauh dari kesempurnaan;;)

Selasa, 01 Januari 2013

Happy New Year 2013

Happy New Year 2013
            Terdengar suara terompet di luar sana. Jalanan Kota Surabaya pun semakin dipenuhi oleh jutaan masyarakat yang berlalu lalang untuk merayakan tahun baru. Hatiku mulai tak sabar menunggu, namun aku malas jika harus keluar rumah untuk merayakannya. Hari ini, mungkin bukan hari yang aku anggap sakral. Karena aku hanya menghabiskan waktu untuk tidur. Sampai akhirnya, terdengar suara kembang api yang mencuat keras. Aku terbangun. Aku enggan untuk keluar kamar karena aku takut, ini bisa membahayakanku.
            Ku lihat jam tangan yang sedari tadi melekat di pergelangan tanganku. Jam 12.01!
            “Oh, pantas saja. Semua orang merayakannya dengan menyalakan kembang api secara bersamaan pada sudut-sudut kota,” gumamku.
            “Namun, suara kembang api ini membuat ku semakin sulit untuk memejamkan mata. Hffft,” aku menghela napas.
            2 menit kemudian, aku memutuskan untuk keluar kamar. Karena aku sudah jenuh dengan suasana yang membosankan. Kamarku yang tak jauh dari balkon rumah membuat aku semakin penasaran. Duar! Duar! Suara kembang api pun semakin menjadi. Tahun baru kali ini, aku sengaja tak merayakannya dengan keluarga besarku. Aku hanya menatap kosong kembang api yang berserakan di langit. Awan gelap membuat kembang api tersebut terlihat indah. Walaupun, hanya melihat kembang api aku merasa cukup terhibur. Lalu, aku tak ingin melewatkan hal yang satu ini.
            “Make a wish!” aku pun terdiam. Menandakan aku sedang mengucap harapan yang semoga saja bisa terkabul di tahun 2013 ini.
            “Amin,” kataku lirih.
            Mungkin, harapanku ini terlalu tinggi. Namun tak apa, aku tak boleh takut untuk meraihnya. Segala sesuatunya bisa diraih! Pasti! Namun, jika Tuhan menghendaki ya. Walaupun kali ini tak ada yang istimewa, namun aku sangat bersyukur. Aku masih diizinkan untuk bertemu tahun 2013 ini. Semoga, tahun berikutnya juga masih diizinkan ya
            Udara di luar sudah mulai menusuk ke dalam dadaku. Aku melangkahkan kaki menuju kamar. Aku mencoba memejamkan mata. Karena aku tahu ini sudah pukul 01.00 dini hari. Tetapi, kali ini aku tak tahu apa yang membuat mataku enggan terpejam. Dengan sedikit rasa nekat, aku pun mengambil laptop dan menyalakannya segera. Tak lupa dengan modem SMARTFREN yang aku gunakan.
            Setelah sambungan terkoneksi, cepat-cepat aku ketikkan www.twittercom. Mungkin, ini sudah menjadi keseharianku sebagai pelajar yang kesepian. Selain aktif di blogger, aku juga tak bisa hidup tanpa twitter. Disanalah, aku mendapat sejuta informasi. Selain informasi, disana aku juga dapat mengungkapkan perasaan hati atau sering disebut curahan hati. Sudah sejak 2009 aku menggunakannya. Aku sering berkicau disana. Mengungkapkan apa yang aku rasakan. Mungkin kali ini, twitter sering digunakan menjadi media curahan hati sang empunya.
            Aku rasa mention di twitter sudah menumpuk. Dan aku tahu pasti. Lagi-lagi teman ocehanku di twitter yang sering nyampah.
            “Hffft, numpuk! Males balesnya. Masak iya tahun baru gini aku masih saja disibukkan dengan mention yang tidak penting? Nggak aku balas daaah yaaa~”
            Sebelumnya, aku sudah menaksirkan. Bahwa, tidak ada yang mengucapkan happy new year kepadaku. Namun, dugaan itu salah seketika. Di antara mention teman-temanku, ternyata masih saja ada yang peduli kepadaku. Meskipun hanya mengucapkan tiga kata, namun ternyata aku bisa sangat terhibur dengan ucapan itu.
            Berkali-kali aku mengucapkan kicauanku di timeline. Karena mungkin, ini wajib! Iya, wajib. Apa salahnya berbagi? Ya kan?
            “Hmmmm,” aku berdehem. “Enaknya ngapain lagi ya? Twitterku limit noh-___-“ kataku dalam hati.
            Dengan cepat aku memutuskan untuk mematikan laptop yang sedari tadi ada di hadapanku.
            Pukul 02.30 dini hari. Aku masih menunggu kehadiran batang hidung kakak perempuanku.
            “Kemana aja dia? Bikin aku khawatir tau nggak? Ishh,” aku hanya bisa menunggu dan menunggu.
            Sempat terlintas di benakku, aku ingin tidur dan memejamkan mata. Namun, air mataku tiba-tiba jatuh di pelupuk mata. Aku hanya mengingat suka dan duka di tahun 2012. Tak apa, Nesaaa! Lupakan yang jelek di tahun kemarin. Jadikan pelajaran di tahun ini. Mari kita buka lembaran baru dan ingatlah siapa sajakah sosok yang sangat membantumu di tahun 2012 lalu. Jika kau mengingatnya, maka dirimu akan merasa lengkap pada tahun berikutnya. Terima kasih atas semua kenangan di tahun 2012. Semua kenangan itu tak akan terlupakan. Terima kasih atas semua pelajaran yang bisa ku petik hikmahnya di tahun 2012. Aku yakin, semua itu akan membuatku merasa lebih bisa memaknai hidup dengan sempurna.
            Terima kasih:
·         Iqbal, kamu penyemangatku di tahun 2012. Namun, kamu juga biang kerok yang sering buat aku nangis, ketawa-ketiwi sendiri, dan bahkan kamu juga biang kerok yang bikin aku klepek-klepek sama kamu. Tapi itu dulu. Tahun 2012. Aku harap, kamu jangan muncul-muncul lagi ya di lembaran baruku tahun 2013 ini. Sudah cukup untuk PHPnya! :)
·         Luluk, Widya, Ayu, Khori, Tyas, Icha, Nana, Bagus, Rizal dan semua sahabat yang telah mendukungku di tahun 2012. Terima kasih banyak yaa! Buanyak banget kenangan bersama kalian. Mulai dari pergi les sampai basah kuyup, jalan-jalan cuci mata, belajar bareng, dan juga kalian telah mengajariku apa itu arti dari sebuah persahabatan. Semoga, kalian senantiasa setia mengisi lembaran baru di tahun 2013 ini yaa:D
·         Vicko, kamu pacar terbaikku di tahun 2012. Dan aku harap, semoga kita bisa langgeng di tahun 2013 ya sayang
·         Rama, Ardi, Mas Afif terima kasih atas kenangan yang telah kalian beri saat ulang tahun Icha. Menurutku, itu anugerah!
·         Mbak Rani, Mas Ade, Nana, Chakim, Ayu, Luluk, Aiham, Iqbal, dan Ardi terima kasih atas penghancuran kue tartku. Aku bahagia bisa merayakannya dengan kalian. Ulang tahun ke 14 itu yang paling asyik dan menarik({})