Kamis, 14 Februari 2013

Coretan Kecil Sang Penulis


Coretan Kecil Sang Penulis

Tuhan, semua ini di luar kepalaku. Aku tak menyangka bila akan berakhir seperti ini. Aku benci dimanfaatkan! Apa maksudmu? Jika kau tak suka aku berada disana. Oke, aku akan menyingkir! Bila aku tak ada disana, mungkin aku akan sangat bersyukur tak bertemu kamu lagi. Aku sudah berada lama disana. Tapi apakah aku akan selalu begini? Aku berharap banyak ke kalian. Namun, tegakah kalian buat aku gila? Kau suruh aku untuk berpikir dan selalu memutar otak? Iyakah? Itu mau kalian? Aku mencoba untuk sabar dan menerima semua dengan lapang dada. Namun, aku juga punya hati. Jika aku diperlakukan seperti ini, pasti aku akan menyesal telah menjadi anggota di organisasi itu!
Tuhan, apakah laki-laki yang membuatku merasa beda itu tak merasakan apa yang aku rasakan? Jika iya, tolonglah aku menyelesaikan semua ini. Namun, jika dia tidak merasakannya aku mohon jauhkan dia dariku. Aku tak butuh seseorang yang tak peduli akan keadaanku. Aku hanya menginginkan seseorang yang benar-benar nyata. Selalu ada jika aku butuh, selalu ada jika aku menangis, dan selalu mengingatku di setiap detiknya. Jika dia pantas untukku, dekatkanlah kami. Jika tidak, jauhkan dan mohon jangan menyuruhku mengingatnya kembali.
Di setiap kisah hidupku, masalah akan selalu datang dan menumpuk. Kali ini aku benar-benar diuji. Dimana aku harus bisa melampauinya. Dengan jalan dan cara apapun. Tuhan, tolonglah beri aku kemudahan di setiap kesulitan yang ada. Apakah ini ujian untuk persahabatan. Namun, aku sudah bosan dengan perilakunya. Bagaimana aku harus menyikapi semua ini? Dia yang memulai dan dia yang menghindar. Pantaskah bila aku yang menjadi tersangkanya? Begitukah? Kau memang selalu egois. Sempat terlintas di pikiranku.
“Kita memang nggak cocok! Walaupun sebenarnya bisa diperbaiki, namun aku lengah dengan masalah yang ada. Kamu yang selalu menimbun dan menambahkan bumbu di setiap masalah yang ada.”
Tuhan, beginikah balasannya. Jika tahu begini, aku menyesal telah mengenalnya. Tetapi, aku tidak bisa melupakan senyumannya. Yang dulu selalu ada untukku. Namun, hari demi hari senyum itu luntur. Senyum itu tak lagi untukku. Dulu aku yang selalu menemaninya. Dulu aku yang selalu berada di dekatnya. Tetapi aku sadar, dia memang bukan sahabat yang terbaik untukku. Aku  lebih nyaman jika kau tidak ada di sampingku. Karena mungkin kamu membawa perilaku buruk yang bisa jadi akan menular kepadaku. Ini nyata lho!
Memang banyak karakter pada diri seseorang. Namun banyak juga kepribadian yang berbeda antar manusia di bumi. Semua telah diciptakan berbeda, karena Tuhan menginginkan kita untuk selalu berbagi dan menjadi makhluk sosial.
Dalam hari-hariku memang selalu terukir namamu. Tapi itu dulu. Di saat aku belum menyadari bahwa kamu telah berubah 360. Aku tak mengenalmu lagi. Kamu bukan yang dulu aku kenal. Bukan! Sekarang, lihatlah dirimu dahulu. Sebelum kau melihat kekurangan orang lain. Setiap orang pasti punya kekurangan dan kelebihan. Namun, Tuhan adil. Tuhan menciptakan kita begitu sempurna. Tetapi ingat, kita juga bisa menjadi sangat buruk bila melakukan hal bodoh. Seperti mengamalkan laranganNya, namun menjauhi perintahNya.
Terkadang kita memang teledor. Seharusnya kita sadar bahwa kita diciptakan oleh Allah SWT hanya untuk menyembah dan bertaqwa kepadaNya. Menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.
“Pandai-pandailah memilih dan memilah teman, karena sesungguhnya dia akan membawa pengaruh yang besar terhadap kehidupanmu. Entah itu sekarang atau kelak,” sok bijak banget Nesanya. Haha ;;)
“Tuhan, berilah hambaMu ini teman yang baik yang selalu memberi hamba motivasi atau dukungan dalam setiap usaha hamba,” do’aku sekejap.
“Dan berilah hamba teman yang berani berkata “ya” jika usaha hamba mengikuti jalan dan petunjukMu YaAllah. Namun dia juga berani berkata “tidak” jika hamba lalai dalam menyelesaikan pekerjaan atau suatu masalah. Walau sebenarnya hamba tidak menuntut untuk diberi teman yang sesuai dengan criteria di atas, namun hamba hanya ingin selalu bisa bersyukur atas nikmat yang telah Kau berikan kepada hambaMu ini YaAllah.”
“Memilih teman itu boleh, tetapi jangan sampai membatasi pergaulan ya. Karena belum tentu, bisa jadi teman yang saat ini dekat denganmu itu, nantinya kamu tidak akan membutuhkan dia lagi. Dan belum tentu juga bila seseorang yang saat ini kamu jauhi dan kamu benci itu, nantinya akan bisa membantumu dalam menangani masalah. Siapa tahu? Ya kan?”
Cuma saran dan sekedar coret-coret saja. Maafkan penulis jika ada salah kata. Tulisan ini tidak menyinggung siapapun dan tidak ditujukan untuk satu orang saja. Terima kasih telah membaca tulisan ini semoga bisa menambah motivasi kalian dan semoga bermanfaat. Amin.