Bukannya ingin mengucapkan salam perpisahan, tapi dimana ada pengenalan pasti ada perpisahan. Pepatah itu yang terngiang di telingaku. Aku tak tahu harus berterima kasih atau mengucapkan maaf. Ah tiga tahun itu sungguh cepat sekali. Rasanya baru kemarin aku berada di sekolah ini, mengenal guru-guru serta teman-teman. Banyak sekali pengalaman yang aku dapat. Terima kasih telah memberiku kesempatan berada di sekolah ini bersama teman-teman yang spesial.
Beberapa bulan lagi, aku akan menjalani Ujian Nasional. Sudah siap? Harus siap! Bagaimanapun hasilnya, yang pentingkan ikhtiarnya dulu. Ya nggak? Sumpah, super sibuk. Ini aja nyempet-nyempetin buat nulis. Walaupun cuma membual sih hehe. Setelah ujian nanti, aku berencana untuk berbagi cerita dengan kalian. Oh ya, aku baru saja menang LKTIN Gizi lhoo. Alhamdulillah diberi kesempatan.
Ada yang tahu LKTIN? LKTIN itu kependekan dari Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional. Aku mengikuti lomba tersebut yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa DIII Gizi Poltekkes Malang. Ah aku bangga pada diriku sendiri haha apa coba. Seenggaknya, setelah perjuangan panjang dan melelahkan akhirnya dibalas dengan setimpal.
Sumpah awalnya nggak percaya kalau menang dan masuk 10 besar LKTI terbaik dan sempat nggak percaya kalau itu lombanya se-Indonesia. Soalnya ada kabar burung gitu. Tapi setelah datang untuk presentasi tanggal 18 Desember 2015 di Auditorium Poltekkes Malang, barulah percaya kalau lombanya se-Nasional. Kepala Program Studinya ngasih sambutan dan kata beliau ada 42 tim dari seluruh Indonesia. Ada yang dari Pekanbaru, Aceh, Banten, dan masih banyak kota lainnya.
"Halah, paling cuma beruntung," pikirku. Namun, aku disadarkan oleh temanku sekelas. Iya, dia mengatakan bahwa kelompok kami hebat bisa menduduki peringkat lima dari 42 tim. "Hehe benar juga, berarti bukan cuma beruntung," gumamku.
Penelitian kami menjurus pada gizi yang dibutuhkan oleh 1000 hari pertama kelahiran. Awalnya cuma iseng buat ikutan, unsur paksaan lebih tepatnya hehe. Kelompok kami beranggota tiga orang. Salah satu dari mereka adalah teman sekelasku sehingga kita bisa konsultasi dan berbagi masalah serta ide. Sedangkan temanku yang satu lagi, merupakan sahabatku sejak aku kelas 10. Dan kami memiliki peran masing-masing.
1.) Maria, dia sahabatku, beda kelas, fungsinya dia menyediakan rumah yang siap dikotorin selama percobaan kita. Dan kalian harus tahu kalau kita melakukan tiga kali percobaan wkw. Selain itu dia baik banget sudah mau menampung kita di rumahnya, dikasih makan pula, juga sudah berperan dalam mengerjakan karya ilmiah soalnya pake laptopnya dia hehe.
2.) Diana, dia temen sekelas, bukan temen lebih tepatnya umik kita bersama ya haha. Keibuan banget soalnya, cita-citanya jadi dokter, cocoklah ehehe. Diana ini berperan kalau kita udah buntu, pasti dia masih ada ide-ide encernya. Tapi kalau udah buntu, ya alamat. Pasti kayak orang linglung gitu, kadang ditanyain aja nggak paham. Rajin gitulah kalau disuruh ini-itu hehe. Maafkan mik, aku sama marcas berdosa haha. Dia juga bagian konsultasi yes, tapi kalau konsultasi ke guru pembimbing, kita biasanya gantian sih.
3.) Nesa, aku, aku biasanya bagian apa ya kak? Haha lagi pura-pura merendah nih. Aku bagian meneliti, mengoreksi, menambahi, mengurangi, mengedit, ya pokoknya yang ngedit kti itu jadi bagus hehe. Entah bakat dari mana ini, aku teliti banget kata anak-anak. Sampai tanda baca aja nggak ada yang salah *ya emang, ngeditnya aja sampe mataku panas ngelihatin laptop terus hng. Intinya, nesa itu pandai merangkai kata asik haha. Bikin cerpen aja bahasanya bisa tingkat tinggi wkw alay kan ya-_- Aku juga bagian transportasi, soalnya yang bawa motor ke sekolah cuma aku. Pernah nih, ke rumah maria bonceng tiga, kayak cabe-cabean gitu haha. Itu antara kepepet, hemat biaya, sama hemat waktu ya kak, jadi maafkan. Bukan cuma transportasi, tapi juga yang bagian ngeprint. Soalnya yang lainnya nggak punya print-printan gitu. Ya akhirnya nesa yang ngeprint, soalnya sekalian juga habis ngedit trus diprint, biar hemat waktu.
Kalau ngerjain kti, pasti udah mepet sama deadline. Haha gitu terus dari dulu, nggak ada perubahan. Tapi bersyukur banget bisa dapet piagam lktin yang tulisannya harapan dua, gizi lagi. Pas banget aku pengen masuk gizi. Semoga masuk ya temen-temen. Doain nesa biar ketrima Gizi UGM, amiiinnn.
Intinya, kalau kamu berusaha dan berdoa pasti bisa!
Ingatlah sainganmu lagi belajar sekarang nesa, kamu malah bikin esai hnggg wkw.
Gapapa lah menghibur diri dulu biar nggak jenuh ya kan.
Udah ya capek ngetik ini serius.
Kapan-kapan cerita tentang sahabat lagi yuk.
Soalnya banyak banget yang kepo tentang sahabat.
Pertemuan depan ya wkw kayak guru banget, etdahh-_-