Rabu, 12 Desember 2012

12-12-12

Rabu, 12-12-12
Hari ini nggak ada yang istimewa, nggak ada surprise, dan hari ini aku masih jomblo. Ya Tuhan, apa salahku? Mengapa kau membiarkan hamba-Mu ini menjalani semua sendirian? Aku tahu, pasti Engkau benar-benar menyiapkan seseorang itu kan? Aku ingin segera menemuinya. Aku ingin selalu di sampingnya. Tuhan, kali ini ada perasaan yang tak biasa.
1.    Vicko? Siapa dia? Apakah dia seseorang yang telah kau siapkan itu? Mengapa kali ini, aku benar-benar menganggapnya seperti dahulu. Saat rasa sayang dan cintanya hanya untukku? Mengapa semua ini terjadi? Tidak boleh, tidak! Saat ini, perasaannya bukan untukku lagi. Dia berhak mencintai siapapun Nesaaaa! Tuhan, mengapa aku benar-benar cemburu saat aku tahu dia sudah bersamanya? Apakah ini karma? Iyakah? Aku menyesal karena telah menolaknya. Sangat menyesal. Aku sayang kamu he! Aku masih ingin kamu selalu ada di sampingku. Entahlah, saat ini aku hanya bisa menunggu. Maafkan aku, aku bersikap seperti ini karena aku telah terbiasa dengan perhatianmu kepadaku. Dan saat ini, saat perhatianmu tak lagi untukku aku merasa terpukul. Aku terpuruk. Mengertilah! Vicko, maafin aku ya. Dulu aku selalu nyakitin kamu. Kamu sampai nangis gara-gara aku. Kamu parno tau gak? Tapi karena sifatmu itu, aku jadi sayang beraaaaaat ke kamu. Maafin aku ya, aku masih belum bisa bahagiain kamu.
2.    Telah kucoba menghapus bayang-bayang indah denganmu, namun selalu aku merindu lagi. Lagi-lagi aku mengharapkan kamu, Bal! Iqbal………………… dia, seseorang yang selalu bisa membuatku tersenyum saat membaca pesan darinya. Dia seseorang yang perhatian, baik, dan aku bisa merasakan cintanya selalu tulus. Dia pintar, rajin sholat, super duper+++ deh. Dia humoris, suka ngegombal dan satu hal lagi yang aku masih benar-benar menyimpannya di kepalaku. Tanding! Cara mainnya lama-lamaan bertahan untuk menahan ngantuk. Kata Iqbal, “Kamu lho kalau kalah nggak usah ngambek, kan kamu udah menangin hatiku” Ciyaaa, dengernya langsung terbang melayang tinggi di langit ke tujuh. Entahlah, aku tak tahu pasti benar atau tidak perkataannya itu. Sudah-sudah, bahas yang lain aja yaaa.. Dia, hanya dia yang aku pikirkan. Iya, dulu hanya dia yang aku pikirkan. Aku menolak VICKO karena IQBAL. Aku pikir, Iqbal akan menembakku dan bisa membuatku bahagia. Namun, sepertinya dugaanku salah. Satu tahun aku menunggunya. Selalu menunggu. Tapi, semua sia-sia. Dia tak pernah mengungkapkannya. Berkali aku mencoba untuk melupakan dia, namun bayangan dia selalu muncul. Selalu menghantui diriku. Tuhan, mengapa semua jadi begini? Jika aku tahu akhirnya akan seperti ini, aku akan menerima VICKO! Iya, aku akan menerimanya. Tuhan, apakah ini karma? Engkau membalas perbuatanku dengan mengirim Iqbal? Iyakah? Tuhan, aku tak mau berlarut-larut dalam masalah ini. Aku muak! Aku harus pergi untuk melupakan Iqbal, namun mengapa hatiku berkata TAK SANGGUP PERGI? Tuhan, inikah yang dulu pernah dirasakan Vicko? Iyakah? Tuhaaaannnn, maafkan aku. Vickooooo maafin Nesa ya. Nesa tau nesa salah, salah banget. Aku nggak mau dibales kayak gini lagi. Sakit! Mending kalau kayak gini, seharusnya dari dulu aku sadar kalau Vicko sayang banget ke aku. Ya, seperti perasaanku sekarang ke Iqbal. Sama banget. Vicko, aku nggak heran kok kalau kamu sampai nangis. Wajar aja, kamu nggak berhak disakiti Vicko! Seharusnya kamu berontak aku! Seharusnya kamu ingetin aku! Seharusnya kamu dulu yakinkan perasaanmu ke aku. Seharusnya kamu marahin aku. Tolong, aku nggak mau disakiti lagi.
Saran aja sih, kalau kalian nggak mau disakiti tolong jangan sakiti orang lain. Apalagi seseorang itu benar-benar mencintaimu. Tuhan itu Maha Adil, mungkin yang aku rasakan ini adalah teguran dari-Nya. Teguran supaya aku ingat siapa yang telah memberi segala sesuatunya untukku. Kalau bahasa kerennya KARMA gitu sih, haha.
Cinta selalu membingungkan, cinta bikin hidup rumit. Tapi jika kita tak merasakan cinta, berarti kita tidak bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan untuk kita. Tuhan menciptakan kita berpasang-pasangan. Jadi jalanilah hidup ini dengan cinta. Walaupun cinta membingungkan, namun cinta terkadang membuat hidup kita berwarna saat menjalaninya dengan seseorang yang kita sayang. Seseorang yang bisa merasakan denyut jantungmu, seseorang yang bisa merasakan tawa dan tangismu.
Hargailah cinta. Jangan kau sia-siakan seseorang yang benar-benar mencintaimu, karena dia sebenarnya adalah jodoh yang Tuhan berikan. Terima dia apa adanya, terlebih lagi cintai dia karena kekurangannya. Karena dari kekurangannya itulah kamu bisa merasakan cinta. Jika kamu tak menginginkannya, suatu saat kamu akan merasakan sakit yang dalam setelah kamu kehilangan dia. Jadi, jangan sia-siakan seseorang di sekitarmu, yang selalu mencintai, dan mendukungmu.
Satu lagi, tanggal 12-12-12 bukanlah angka yang istimewa sebenarnya. Jadi, tolonglah jangan mempercayainya sebagai tanggal keramat atau pembawa keberuntungan. Karena semua nasib manusia telah diatur sendiri oleh yang di atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar