Sabtu, 20 April 2013

Kenal Bintang part 1


BINTANG

Siapakah Bintang?
Bintang?
Aku mengenal nama itu sejak kelas 9 semester gasal.
Aku tidak begitu mengenalnya.
Aku hanya mengetahui dia seorang laki-laki yang seumuran denganku.
Dia saat ini masih menjadi siswa SMPN 13 Malang dan berada di kelas 9B.
Sekolah yang sama, namun kelas yang berbeda.
Aku sering melihat dia, dia adalah siswa LBB GO.
Iya, aku pernah melihatnya bersama Erick dan serangkainya.
Laki-laki itu mungkin memang pendiam, jutek, cuek, dan nyebelin.
Namun ternyata aku salah.
Dia adalah laki-laki yang romantis, humoris, sedikit pendiam, sedikit pemalu tapi sepertinya mau*eh.
Oke, aku akan menceritakan semua tentang BINTANG.

Seminar Ganesha Operation.
Jum’at, 8 Februari 2013.

Sore ini aku sengaja tidak memakai kerudung seperti biasanya. Entah apa penyebabnya. Aku memakai baju dan rok hitam panjang. Setelah selesai bersiap, aku memilih untuk berangkat bersama Icha. Karena memang, aku tidak tahu dimana gedung yang dipakai untuk Seminar. 10 menit kemudian. Kami pun berangkat.
Disaat kami telah sampai di Universitas Negeri Malang atau yang biasanya disebut UM itu, kami berputar-putar dan belum tahu dimanakah gedung yang akan dipakai.
Kira-kira hampir 5 menit kami berputar-putar, dan akhirnya menemukan dimana tempatnya.
Saat memasuki gedung tersebut. Nampaknya kami belum terlambat. Aku dan Icha memilih tempat duduk yang telah disediakan. Namun, Icha lebih memilih duduk sendiri denganku tanpa berdampingan dengan kakaknya.
Disaat itulah, aku melihat Nuraga, Anis, dan Bintang. Lalu Icha mengajakku untuk duduk di sebelah mereka.
Ada satu kursi sebagai pembatas antara Aku dan Bintang. Memang, saat itu kami belum mengenal satu sama lain. Acara pun dimulai.
Lagi-lagi Icha mulai berulah. Dia menyuruhku untuk geser dan saat itu posisiku berada di samping Bintang, iya jaraknya tidak jauh.
Disaat itu, kami mulai bercanda dan tertawa bersama.
Namun, kali ini aku disibukkan dengan hal baru. Yaitu menulis rangkuman pada Seminar sore itu.
Aku menulis di sebuah buku. Dan nampaknya, saat itu Bintang telah memperhatikan aku. Disetiap kata yang aku tulis dia selalu membaca dan dengan sengaja dia menyuarakannya.
Dengan rasa yang sedikit iseng, aku sengaja menutup-nutupi tulisan itu. Namun, dia tetap berusaha melihatnya.
Iya, kamu nyebelin bintang. Namun gara-gara pertemuan singkat itu aku mulai bisa membuka hati yang sudah lama gelap.
Eits, belum selesai.
Saat aku menulis kata “STETSA =)” dia membaca dengan menyuarakannya lagi.
Oke, kali ini aku maafin:-p
Selang beberapa menit, aku bertanya kepada Icha, Bintang, Anis, dan Nuraga. Pertanyaan yang sama. “Kamu mau SMA mana?” dan aku telah mendapatkan jawaban mereka.
Setelah aku bertanya, Bintang mulai angkat bicara.
“Tanganmu itu, enaknya jempolnya ada dimana? Kanan yang diatas, apa kiri yang diatas?”
Aku tahu maksudnya, lalu aku memperagakan apa yang dimintanya. “Jempol tangan kanan yang diatas.”
“Oh, berarti kamu masuk SMA IPA. Khusus buat kamu.”
“Amiinn, SMA 4 YaAllah:’)”

Percakapan singkat. Sangat singkat.

Di penghujung acara, Ganesha Operation selalu memberikan video motivasi untuk kita. Saat itu, aku sempat menangis. Dan Bintang bilang, “Jangan nangis a.”
Aku pun bertanya-tanya. Kenapa anak ini bilang gini? Ah entahlah.

Bukan hanya itu, dia meminjam buku yang isinya rangkuman seminar motivasi itu. Aneh sih tingkahnya, tapi hari itu aku bersyukur bisa kenal sama dia:’)

Jumat, 19 April 2013

Tuk Menggapai BINTANG


Tuk Menggapai Bintang

Sayangku BINTANG,
Jangan pernah menangis untukku sayang. Aku tak rela jika air mata itu menetes di pipimu yang lembut. Biarkan semua ini menjadi pelajaran, pelajaran untuk kita. Ini mungkin rencana yang telah diberikan Tuhan. Percayalah sayang, ini mungkin yang terbaik. Tuhan masih menyayangi kita:’) Bagaimana pun kondisimu, aku akan selalu mendukungmu sayang. Sampai kapan pun itu:’)
Sayang, aku masih ingat saat itu kamu bilang: “Padahal hari ini niatnya aku mau nembak kamu, tapi malah jadi kayak gini. Nesa, maaf ya
:)
Aku hanya bisa diam, dalam hati tersenyum namun luka ini selalu menyelimuti. Aku hanya tidak tega melihatmu begini sayang. Kenapa saat itu, bukan aku saja yang patah tulang? Kenapa harus kamu sayang? Kenapa harus kamu yang merasakan sakit? Kenapa harus kamu yang menahan tangis? Kenapa bukan aku Tuhan? Kenapa bukan aku yang merasakannya sayang? Kenapa bukan aku yang harus melaksanakan operasi? Kenapa bukan aku? :’’’’’(

Sampai saat ini, air mata ini tak bisa berhenti menetes sayang. Selalu mengalir, sama seperti rasa cinta dan sayangku ke kamu:’)

Ini kutipan kata-kata yang mungkin akan ku simpan selamanya di hatiku:’)

Bintang says:
“Untung aja tadi kepalaku gapapa ya. Masih bisa buat mikir, iya mikirin kamu.”
“Iya sayang, aku juga sayang kamu banget.”
“Nesa, nanti kalau ujian jangan mikirin aku ya. Eh PD banget.”
“Kamu tadi udah makan? Nggak pedes kan?”
“Duduk sebelahan sama kamu aja udah seneng. Beneran.”
Disaat kamu bilang gitu, aku hanya bisa tersenyum sayangg
:) iya. Karena aku tahu, kamu pasti sudah akan tahu jawabannya:’)

Bintang juga bilang, “Pingin berdua sama kamu lagi
:)
Aku pun menjawab, “Iyaaa pasti berdua lagi kok, tapi keadaannya nggak kayak gini:’)”
Bintang berkata lagi, “Pingin megang tanganmu juga
:) ({})”
Aku tersenyum dalam hati dan berkata, “Iyaiya sayaangg;) pegang aja tanganku({})”

Sayangg, waktu ngelepasin jaketmu itu aku senang banget. Iya, waktu itu aku bisa ngasih perhatian yang lebih buat kamu. Setelah ngelepas itu, aku megang jaketmu. Masih ingatkan sayang? Iya, awalnya mau aku pake. Tapi berhubung dingin, aku menggunakan jaket itu untuk selimut di tubuhmu
:) saat memakaikan itu, aku juga senang sayang. Senang banget:’)

Sayangg, saat itu sebenarnya banyak yang ingin aku katakan. Namun lagi-lagi aku tak bisa melihatmu kesakitan. Aku pun mengirim pesan WhatsApp kepada kontak bernama “BFSH{}” itu.

Isi pesan yang bintang baca: “Kencannya berhasil kok;;) nice dream sayaangg. Aku sayang kamu, banget
:)({})”

Dia hanya tersenyum membacanya.

Disaat kamu mengeluh kesakitan, aku mencoba meraih tanganmu. Iya aku ingin kamu tahu bahwa aku selalu berdoa dan berusaha untuk membuatmu tenang. “Kamu kuat kok sayangg, ada aku disini,” cuma itu yang selalu ada di pikiranku.

Saat aku menggenggam tangannya, dia bertanya kepadaku, “Tumben tanganmu nggak dingin?”

Lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum. Dalam hati berkata, “Saat ini nggak sayangg. Karena kamu berada di sampingku malam ini dan kamu berhasil membuat aku tersenyum. Terima kasih untuk hari ini. Aku seneng banget sayangg. Jujur”

Bintang, cepat sembuh ya. Aku merindukan kamu sayang. Aku rindu saat kamu menggenggam tanganku. Aku rindu saat berdua denganmu. Aku juga rindu, saat kamu tersenyum kepadaku
:) semoga Tuhan mengabulkan doa kita ya sayang. Amin.

Senin, 01 April 2013

Tuhan, dengarkan ceritaku! ;)


Tuhan, dengarkan ceritaku! ;)
Tuhan, harus sesabar apa lagikah aku? Pantaskah jika aku selalu seperti ini di setiap masalahku? Iyakah? :’) Tuhan, jika kau menyuruhku untuk berkata. Pasti aku akan berkata “AKU TAK SANGGUP” bukan maksudku putus asa. Tapi semua masalah ini menyulitkan aku untuk berkonsentrasi. Tuhan, aku sudah belajar cuek. Namun, aku selalu tak bisa. Mungkin ini suatu kelebihan yang kau berikan kepadaku. Agar aku selalu bisa memandang ke bawah. Tapi kali ini beda! Dia bagaikan sutradara dengan seenaknya mengaturku! Aku tahu semua ini berlebihan memang! Namun mengapa aku masih saja memikirkan masalah ini. Ya, masalah kita!
            Aku tahu, ini cobaan, ini ujian. Kau datang kepadaku hanya saat kau butuh. Dan kau meninggalkanku saat aku membutuhkanmu. Jika kau tahu bagaimana rasanya jadi aku, mungkin kamu akan mengeluh kesakitan. Sama sepertiku, tapi kita beda. Aku mampu tersenyum di balik kesedihan itu. Namun jika kamu? Kamu akan selalu merengek kesakitan! Aku sudah lama mengenalmu. Dan aku tahu bagaimana sifat burukmu.
            Tuhan, pagi tadi aku melihatnya. Aku melihatnya melangkah sendirian. Sama seperti harikemarin. Tetapi ada sesuatu yang mengganjal. Senyummu! Iya! Apakah kamu lupa untuk tersenyum menyambutku pagi ini? Tuhan, aku harus bersembunyi lagi di senyum palsuku. Kuatkan aku yaTuhan…..
            Tuhan, sungguh aku tak mengerti beberapa tingkahnya akhir-akhir ini. Mungkin dia bukan sahabat yang tulus:’) karena aku tahu. Dia lebih nyaman berada di dekatnya. Aku pun tak mengapa jika harus melihatmu dengannya. Melihatmu bahagia dengannya? Aku sanggup kok. Kamu tak perlu memerhatikan aku. Biarlah aku di sini. Cukup berada di sini, sendiri.
            Tuhan, aku ingin mengabaikannya. Namun mengapa tiba-tiba dia kembali padaku? Apa yang membuatnya kembali padaku? Apa kau tak nyaman lagi berada di dekatnya? Apa mungkin dia tak menghiraukanmu? Sungguh malang nasibmu!
            Tuhan, mengapa dia tidak malu? Padahal kemarin dia telah mencampakkan aku begitu saja. Lalu sekarang? Dia memohon untuk kembali kepadaku. Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus memendamnya? Ataukah aku harus mengungkapkannya? Tapi jika aku mengungkapkan segalanya, aku hanya takut ia tersinggung. Aku takut tidak bisa menjadi orang yang dipercayainya lagi.
            Hari-hari yang kita lalui, apakah kau ingat? Atau mungkin kau sudah melupakannya? Benarkah begitu? Aku hanya ingin satu hal, iya hanya satu! Tolong hargai aku, di sini aku juga punya perasaan. Jika kau ingin pergi, segera pergilah dan cari sahabat yang bisa mengertimu. Dan jika kau tetap ingin tinggal, bertahanlah! Sampaikan padaku jika kau masih ingin menjadi sahabatku. Dan berjanjilah, kau tidak akan meninggalkan aku walau hanya sesaat.
            Semua perih yang ada di hati ini, bisa dengan mudah kau hapus. Dengan cara melihat senyummu. Aku bahagia bila bibir manismu mulai mengembang.
            Tuhan, katakanlah padanya jika aku sangat menyayanginya. Tunjukkan padanya, bila saat ini aku bukan siapa-siapa tanpa mereka. Sahabat, kemarilah. Mendekatlah dan kau akan tahu betapa nyamannya aku bila berada di sisimu.
                       
Luluk, Ayu, Rosa, Widya, Silvi, Tyas, Sidha, Fenna, Via, Galuh, Adit, Vidhia, Jinhan, Hastri, Wulan, Farida, Vina, Iqbal, Ardi, Bintang, Azzam, Chaca, Icha, Novka, dll{{{{{{{{{{{{}}}}}}}}}}}}}
Terima kasih banyak ya, kalian telah mendukungku. Tanpa kalian, aku bukan siapa-siapa. Sukses UAN 2013!! Fighting.



B