Tuhan, dengarkan ceritaku! ;)
Tuhan, harus sesabar apa lagikah aku? Pantaskah
jika aku selalu seperti ini di setiap masalahku? Iyakah? :’) Tuhan, jika kau
menyuruhku untuk berkata. Pasti aku akan berkata “AKU TAK SANGGUP” bukan
maksudku putus asa. Tapi semua masalah ini menyulitkan aku untuk
berkonsentrasi. Tuhan, aku sudah belajar cuek. Namun, aku selalu tak bisa. Mungkin
ini suatu kelebihan yang kau berikan kepadaku. Agar aku selalu bisa memandang
ke bawah. Tapi kali ini beda! Dia bagaikan sutradara dengan seenaknya
mengaturku! Aku tahu semua ini berlebihan memang! Namun mengapa aku masih saja
memikirkan masalah ini. Ya, masalah kita!
Aku tahu, ini cobaan,
ini ujian. Kau datang kepadaku hanya saat kau butuh. Dan kau meninggalkanku
saat aku membutuhkanmu. Jika kau tahu bagaimana rasanya jadi aku, mungkin kamu
akan mengeluh kesakitan. Sama sepertiku, tapi kita beda. Aku mampu tersenyum di
balik kesedihan itu. Namun jika kamu? Kamu akan selalu merengek kesakitan! Aku sudah
lama mengenalmu. Dan aku tahu bagaimana sifat burukmu.
Tuhan, pagi tadi aku
melihatnya. Aku melihatnya melangkah sendirian. Sama seperti harikemarin. Tetapi
ada sesuatu yang mengganjal. Senyummu! Iya! Apakah kamu lupa untuk tersenyum
menyambutku pagi ini? Tuhan, aku harus bersembunyi lagi di senyum palsuku. Kuatkan
aku yaTuhan…..
Tuhan, sungguh aku tak
mengerti beberapa tingkahnya akhir-akhir ini. Mungkin dia bukan sahabat yang
tulus:’) karena aku tahu. Dia lebih nyaman berada di dekatnya. Aku pun tak
mengapa jika harus melihatmu dengannya. Melihatmu bahagia dengannya? Aku sanggup
kok. Kamu tak perlu memerhatikan aku. Biarlah aku di sini. Cukup berada di sini,
sendiri.
Tuhan, aku ingin
mengabaikannya. Namun mengapa tiba-tiba dia kembali padaku? Apa yang membuatnya
kembali padaku? Apa kau tak nyaman lagi berada di dekatnya? Apa mungkin dia tak
menghiraukanmu? Sungguh malang nasibmu!
Tuhan, mengapa dia
tidak malu? Padahal kemarin dia telah mencampakkan aku begitu saja. Lalu sekarang?
Dia memohon untuk kembali kepadaku. Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku
harus memendamnya? Ataukah aku harus mengungkapkannya? Tapi jika aku
mengungkapkan segalanya, aku hanya takut ia tersinggung. Aku takut tidak bisa
menjadi orang yang dipercayainya lagi.
Hari-hari yang kita
lalui, apakah kau ingat? Atau mungkin kau sudah melupakannya? Benarkah begitu? Aku
hanya ingin satu hal, iya hanya satu! Tolong hargai aku, di sini aku juga punya
perasaan. Jika kau ingin pergi, segera pergilah dan cari sahabat yang bisa
mengertimu. Dan jika kau tetap ingin tinggal, bertahanlah! Sampaikan padaku
jika kau masih ingin menjadi sahabatku. Dan berjanjilah, kau tidak akan
meninggalkan aku walau hanya sesaat.
Semua perih yang ada
di hati ini, bisa dengan mudah kau hapus. Dengan cara melihat senyummu. Aku bahagia
bila bibir manismu mulai mengembang.
Tuhan, katakanlah
padanya jika aku sangat menyayanginya. Tunjukkan padanya, bila saat ini aku
bukan siapa-siapa tanpa mereka. Sahabat, kemarilah. Mendekatlah dan kau akan
tahu betapa nyamannya aku bila berada di sisimu.
Luluk, Ayu, Rosa, Widya, Silvi, Tyas,
Sidha, Fenna, Via, Galuh, Adit, Vidhia, Jinhan, Hastri, Wulan, Farida, Vina,
Iqbal, Ardi, Bintang, Azzam, Chaca, Icha, Novka, dll{{{{{{{{{{{{}}}}}}}}}}}}}
Terima kasih banyak ya, kalian telah
mendukungku. Tanpa kalian, aku bukan siapa-siapa. Sukses UAN 2013!! Fighting.
B♥
Tidak ada komentar:
Posting Komentar