Senin, 01 April 2013

Tuhan, dengarkan ceritaku! ;)


Tuhan, dengarkan ceritaku! ;)
Tuhan, harus sesabar apa lagikah aku? Pantaskah jika aku selalu seperti ini di setiap masalahku? Iyakah? :’) Tuhan, jika kau menyuruhku untuk berkata. Pasti aku akan berkata “AKU TAK SANGGUP” bukan maksudku putus asa. Tapi semua masalah ini menyulitkan aku untuk berkonsentrasi. Tuhan, aku sudah belajar cuek. Namun, aku selalu tak bisa. Mungkin ini suatu kelebihan yang kau berikan kepadaku. Agar aku selalu bisa memandang ke bawah. Tapi kali ini beda! Dia bagaikan sutradara dengan seenaknya mengaturku! Aku tahu semua ini berlebihan memang! Namun mengapa aku masih saja memikirkan masalah ini. Ya, masalah kita!
            Aku tahu, ini cobaan, ini ujian. Kau datang kepadaku hanya saat kau butuh. Dan kau meninggalkanku saat aku membutuhkanmu. Jika kau tahu bagaimana rasanya jadi aku, mungkin kamu akan mengeluh kesakitan. Sama sepertiku, tapi kita beda. Aku mampu tersenyum di balik kesedihan itu. Namun jika kamu? Kamu akan selalu merengek kesakitan! Aku sudah lama mengenalmu. Dan aku tahu bagaimana sifat burukmu.
            Tuhan, pagi tadi aku melihatnya. Aku melihatnya melangkah sendirian. Sama seperti harikemarin. Tetapi ada sesuatu yang mengganjal. Senyummu! Iya! Apakah kamu lupa untuk tersenyum menyambutku pagi ini? Tuhan, aku harus bersembunyi lagi di senyum palsuku. Kuatkan aku yaTuhan…..
            Tuhan, sungguh aku tak mengerti beberapa tingkahnya akhir-akhir ini. Mungkin dia bukan sahabat yang tulus:’) karena aku tahu. Dia lebih nyaman berada di dekatnya. Aku pun tak mengapa jika harus melihatmu dengannya. Melihatmu bahagia dengannya? Aku sanggup kok. Kamu tak perlu memerhatikan aku. Biarlah aku di sini. Cukup berada di sini, sendiri.
            Tuhan, aku ingin mengabaikannya. Namun mengapa tiba-tiba dia kembali padaku? Apa yang membuatnya kembali padaku? Apa kau tak nyaman lagi berada di dekatnya? Apa mungkin dia tak menghiraukanmu? Sungguh malang nasibmu!
            Tuhan, mengapa dia tidak malu? Padahal kemarin dia telah mencampakkan aku begitu saja. Lalu sekarang? Dia memohon untuk kembali kepadaku. Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus memendamnya? Ataukah aku harus mengungkapkannya? Tapi jika aku mengungkapkan segalanya, aku hanya takut ia tersinggung. Aku takut tidak bisa menjadi orang yang dipercayainya lagi.
            Hari-hari yang kita lalui, apakah kau ingat? Atau mungkin kau sudah melupakannya? Benarkah begitu? Aku hanya ingin satu hal, iya hanya satu! Tolong hargai aku, di sini aku juga punya perasaan. Jika kau ingin pergi, segera pergilah dan cari sahabat yang bisa mengertimu. Dan jika kau tetap ingin tinggal, bertahanlah! Sampaikan padaku jika kau masih ingin menjadi sahabatku. Dan berjanjilah, kau tidak akan meninggalkan aku walau hanya sesaat.
            Semua perih yang ada di hati ini, bisa dengan mudah kau hapus. Dengan cara melihat senyummu. Aku bahagia bila bibir manismu mulai mengembang.
            Tuhan, katakanlah padanya jika aku sangat menyayanginya. Tunjukkan padanya, bila saat ini aku bukan siapa-siapa tanpa mereka. Sahabat, kemarilah. Mendekatlah dan kau akan tahu betapa nyamannya aku bila berada di sisimu.
                       
Luluk, Ayu, Rosa, Widya, Silvi, Tyas, Sidha, Fenna, Via, Galuh, Adit, Vidhia, Jinhan, Hastri, Wulan, Farida, Vina, Iqbal, Ardi, Bintang, Azzam, Chaca, Icha, Novka, dll{{{{{{{{{{{{}}}}}}}}}}}}}
Terima kasih banyak ya, kalian telah mendukungku. Tanpa kalian, aku bukan siapa-siapa. Sukses UAN 2013!! Fighting.



B

Tidak ada komentar:

Posting Komentar