Coretan Kecil Sang
Penulis
Tuhan, semua ini di luar kepalaku.
Aku tak menyangka bila akan berakhir seperti ini. Aku benci dimanfaatkan! Apa
maksudmu? Jika kau tak suka aku berada disana. Oke, aku akan menyingkir! Bila
aku tak ada disana, mungkin aku akan sangat bersyukur tak bertemu kamu lagi.
Aku sudah berada lama disana. Tapi apakah aku akan selalu begini? Aku berharap
banyak ke kalian. Namun, tegakah kalian buat aku gila? Kau suruh aku untuk
berpikir dan selalu memutar otak? Iyakah? Itu mau kalian? Aku mencoba untuk
sabar dan menerima semua dengan lapang dada. Namun, aku juga punya hati. Jika
aku diperlakukan seperti ini, pasti aku akan menyesal telah menjadi anggota di
organisasi itu!
Tuhan, apakah laki-laki yang
membuatku merasa beda itu tak merasakan apa yang aku rasakan? Jika iya,
tolonglah aku menyelesaikan semua ini. Namun, jika dia tidak merasakannya aku
mohon jauhkan dia dariku. Aku tak butuh seseorang yang tak peduli akan
keadaanku. Aku hanya menginginkan seseorang yang benar-benar nyata. Selalu ada
jika aku butuh, selalu ada jika aku menangis, dan selalu mengingatku di setiap
detiknya. Jika dia pantas untukku, dekatkanlah kami. Jika tidak, jauhkan dan
mohon jangan menyuruhku mengingatnya kembali.
Di setiap kisah hidupku, masalah
akan selalu datang dan menumpuk. Kali ini aku benar-benar diuji. Dimana aku
harus bisa melampauinya. Dengan jalan dan cara apapun. Tuhan, tolonglah beri
aku kemudahan di setiap kesulitan yang ada. Apakah ini ujian untuk
persahabatan. Namun, aku sudah bosan dengan perilakunya. Bagaimana aku harus
menyikapi semua ini? Dia yang memulai dan dia yang menghindar. Pantaskah bila
aku yang menjadi tersangkanya? Begitukah? Kau memang selalu egois. Sempat terlintas
di pikiranku.
“Kita memang nggak cocok! Walaupun sebenarnya
bisa diperbaiki, namun aku lengah dengan masalah yang ada. Kamu yang selalu
menimbun dan menambahkan bumbu di setiap masalah yang ada.”
Tuhan, beginikah balasannya. Jika tahu
begini, aku menyesal telah mengenalnya. Tetapi, aku tidak bisa melupakan
senyumannya. Yang dulu selalu ada untukku. Namun, hari demi hari senyum itu
luntur. Senyum itu tak lagi untukku. Dulu aku yang selalu menemaninya. Dulu aku
yang selalu berada di dekatnya. Tetapi aku sadar, dia memang bukan sahabat yang
terbaik untukku. Aku lebih nyaman jika
kau tidak ada di sampingku. Karena mungkin kamu membawa perilaku buruk yang
bisa jadi akan menular kepadaku. Ini nyata lho!
Memang banyak karakter pada diri
seseorang. Namun banyak juga kepribadian yang berbeda antar manusia di bumi. Semua
telah diciptakan berbeda, karena Tuhan menginginkan kita untuk selalu berbagi
dan menjadi makhluk sosial.
Dalam hari-hariku memang selalu
terukir namamu. Tapi itu dulu. Di saat aku belum menyadari bahwa kamu telah
berubah 360
. Aku tak mengenalmu lagi. Kamu bukan yang dulu aku kenal. Bukan!
Sekarang, lihatlah dirimu dahulu. Sebelum kau melihat kekurangan orang lain. Setiap
orang pasti punya kekurangan dan kelebihan. Namun, Tuhan adil. Tuhan menciptakan
kita begitu sempurna. Tetapi ingat, kita juga bisa menjadi sangat buruk bila
melakukan hal bodoh. Seperti mengamalkan laranganNya, namun menjauhi
perintahNya.
Terkadang kita memang teledor. Seharusnya
kita sadar bahwa kita diciptakan oleh Allah SWT hanya untuk menyembah dan
bertaqwa kepadaNya. Menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.
“Pandai-pandailah memilih dan memilah
teman, karena sesungguhnya dia akan membawa pengaruh yang besar terhadap
kehidupanmu. Entah itu sekarang atau kelak,” sok bijak banget Nesanya. Haha ;;)
“Tuhan, berilah hambaMu ini teman yang
baik yang selalu memberi hamba motivasi atau dukungan dalam setiap usaha hamba,”
do’aku sekejap.
“Dan berilah hamba teman yang berani
berkata “ya” jika usaha hamba mengikuti jalan dan petunjukMu YaAllah. Namun dia
juga berani berkata “tidak” jika hamba lalai dalam menyelesaikan pekerjaan atau
suatu masalah. Walau sebenarnya hamba tidak menuntut untuk diberi teman yang
sesuai dengan criteria di atas, namun hamba hanya ingin selalu bisa bersyukur
atas nikmat yang telah Kau berikan kepada hambaMu ini YaAllah.”
“Memilih teman itu boleh, tetapi jangan
sampai membatasi pergaulan ya. Karena belum tentu, bisa jadi teman yang saat
ini dekat denganmu itu, nantinya kamu tidak akan membutuhkan dia lagi. Dan belum
tentu juga bila seseorang yang saat ini kamu jauhi dan kamu benci itu, nantinya
akan bisa membantumu dalam menangani masalah. Siapa tahu? Ya kan?”
Cuma saran dan sekedar coret-coret saja. Maafkan
penulis jika ada salah kata. Tulisan ini tidak menyinggung siapapun dan tidak
ditujukan untuk satu orang saja. Terima kasih telah membaca tulisan ini♥ semoga bisa menambah motivasi kalian dan semoga
bermanfaat. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar