Jumat, 19 April 2013

Tuk Menggapai BINTANG


Tuk Menggapai Bintang

Sayangku BINTANG,
Jangan pernah menangis untukku sayang. Aku tak rela jika air mata itu menetes di pipimu yang lembut. Biarkan semua ini menjadi pelajaran, pelajaran untuk kita. Ini mungkin rencana yang telah diberikan Tuhan. Percayalah sayang, ini mungkin yang terbaik. Tuhan masih menyayangi kita:’) Bagaimana pun kondisimu, aku akan selalu mendukungmu sayang. Sampai kapan pun itu:’)
Sayang, aku masih ingat saat itu kamu bilang: “Padahal hari ini niatnya aku mau nembak kamu, tapi malah jadi kayak gini. Nesa, maaf ya
:)
Aku hanya bisa diam, dalam hati tersenyum namun luka ini selalu menyelimuti. Aku hanya tidak tega melihatmu begini sayang. Kenapa saat itu, bukan aku saja yang patah tulang? Kenapa harus kamu sayang? Kenapa harus kamu yang merasakan sakit? Kenapa harus kamu yang menahan tangis? Kenapa bukan aku Tuhan? Kenapa bukan aku yang merasakannya sayang? Kenapa bukan aku yang harus melaksanakan operasi? Kenapa bukan aku? :’’’’’(

Sampai saat ini, air mata ini tak bisa berhenti menetes sayang. Selalu mengalir, sama seperti rasa cinta dan sayangku ke kamu:’)

Ini kutipan kata-kata yang mungkin akan ku simpan selamanya di hatiku:’)

Bintang says:
“Untung aja tadi kepalaku gapapa ya. Masih bisa buat mikir, iya mikirin kamu.”
“Iya sayang, aku juga sayang kamu banget.”
“Nesa, nanti kalau ujian jangan mikirin aku ya. Eh PD banget.”
“Kamu tadi udah makan? Nggak pedes kan?”
“Duduk sebelahan sama kamu aja udah seneng. Beneran.”
Disaat kamu bilang gitu, aku hanya bisa tersenyum sayangg
:) iya. Karena aku tahu, kamu pasti sudah akan tahu jawabannya:’)

Bintang juga bilang, “Pingin berdua sama kamu lagi
:)
Aku pun menjawab, “Iyaaa pasti berdua lagi kok, tapi keadaannya nggak kayak gini:’)”
Bintang berkata lagi, “Pingin megang tanganmu juga
:) ({})”
Aku tersenyum dalam hati dan berkata, “Iyaiya sayaangg;) pegang aja tanganku({})”

Sayangg, waktu ngelepasin jaketmu itu aku senang banget. Iya, waktu itu aku bisa ngasih perhatian yang lebih buat kamu. Setelah ngelepas itu, aku megang jaketmu. Masih ingatkan sayang? Iya, awalnya mau aku pake. Tapi berhubung dingin, aku menggunakan jaket itu untuk selimut di tubuhmu
:) saat memakaikan itu, aku juga senang sayang. Senang banget:’)

Sayangg, saat itu sebenarnya banyak yang ingin aku katakan. Namun lagi-lagi aku tak bisa melihatmu kesakitan. Aku pun mengirim pesan WhatsApp kepada kontak bernama “BFSH{}” itu.

Isi pesan yang bintang baca: “Kencannya berhasil kok;;) nice dream sayaangg. Aku sayang kamu, banget
:)({})”

Dia hanya tersenyum membacanya.

Disaat kamu mengeluh kesakitan, aku mencoba meraih tanganmu. Iya aku ingin kamu tahu bahwa aku selalu berdoa dan berusaha untuk membuatmu tenang. “Kamu kuat kok sayangg, ada aku disini,” cuma itu yang selalu ada di pikiranku.

Saat aku menggenggam tangannya, dia bertanya kepadaku, “Tumben tanganmu nggak dingin?”

Lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum. Dalam hati berkata, “Saat ini nggak sayangg. Karena kamu berada di sampingku malam ini dan kamu berhasil membuat aku tersenyum. Terima kasih untuk hari ini. Aku seneng banget sayangg. Jujur”

Bintang, cepat sembuh ya. Aku merindukan kamu sayang. Aku rindu saat kamu menggenggam tanganku. Aku rindu saat berdua denganmu. Aku juga rindu, saat kamu tersenyum kepadaku
:) semoga Tuhan mengabulkan doa kita ya sayang. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar