Kamis, 17 Januari 2013

Manusia Biasa yang Jauh dari KESEMPURNAAN

Tuhan aku sangat yakin. Inilah ujian dari sebuah persahabatan. Dimana saatnya aku merasa jengkel dan sangat marah. Memang awalnya aku selalu memendam semua ini karena aku tak ingin menyampaikan ini semua padamu. Ku coba meredam semua amarah. Namun ternyata, kau melakukannya berkali-kali. Sebenarnya aku tak tega. Namun bagaimana lagi? Kau sangat keterlaluan. Coba rasakan jadi aku! Memang terkadang aku salah, tetapi kali ini tidak!
Kamu yang salah! Aku sudah mencoba bersabar untuk ini. Memang sepele, namun aku benar-benar seperti diinjak-injak. Memang kamu siapa? Dengan seenaknya menginjak-injak harga diriku. Memang aku yang menjauh! Namun semua ini karena kamu, karena sikapmu. Taukah engkau mengapa aku begitu? Akankah kau tahu perasaanku? Apa pedulinya kau terhadapku? Aku sudah mempercayaimu, namun? Semua berubah! Semua harapanku musnah. Aku tak bisa menggapainya lagi bersamamu. Aku telah menganggapmu sahabat, bahkan lebih!
Icha, ini semua tak semudah yang kamu kira. Aku punya perasaan! Akankah kamu ingin selalu menyalahkan aku? Maafkan aku, aku memang salah. Namun menurutku ini benar! Kamu yakin kalau kamu juga benar? Sama aku juga merasakannya.
Tuhan, jangan biarkan kami berlarut-larut memikirkan ini semua! Aku sudah mengatakan secara baik-baik padanya. Entahlah, aku tak tahu apakah ini benar. Yang pasti, aku tak ingin kita salah paham kembali.
Hey teman, saran buat kalian yang lagi ada masalah sama sahabat:
·         Jangan biarkan masalah ini semakin panjang dan ruwet,
·         Bicarakan baik-baik dengannya,
·         Jangan dahulukan egois,
·         Dengarkan penjelasan darinya,
·         Jangan sampai terjadi salah paham yang menyebabkan masalah tersebut menjadi panjang, dan
·         Yakinlah pasti semua akan baik-baik saja.

Jangan sampai seperti aku ya. Aku hanya bisa terdiam untuk menegurnya. Karena aku sangat memahami perasaannya. Namun jika kalian seperti sifatku ini, sebaiknya segera hilangkan. Maklum saja, jika tidak kalian akan menyesal di akhir dan merasa harga diri kalian diinjak-injak. Sudahlah. Yang terpenting, jangan sampai putus hubungan dengannya. Jika ada yang salah pada sahabat kalian, tolong benarkan dia. Bantu dia untuk memperbaiki dirinya. Tegur dia! Ingatkan dia!
Tuhan, cepat selesaikan masalah di antara kami. Aku sudah jenuh. Aku ingin semua seperti dulu. Saat awal bertemu dengannya. Icha yang polos, icha yang selalu ada untukku, icha yang selalu rajin mendengarkan curhatanku.
Icha, maafkan aku jika aku terlalu egois. Aku hanyalah manusia biasa yang jauh dari kesempurnaan;;)

3 komentar: