Selasa, 01 Januari 2013

Happy New Year 2013

Happy New Year 2013
            Terdengar suara terompet di luar sana. Jalanan Kota Surabaya pun semakin dipenuhi oleh jutaan masyarakat yang berlalu lalang untuk merayakan tahun baru. Hatiku mulai tak sabar menunggu, namun aku malas jika harus keluar rumah untuk merayakannya. Hari ini, mungkin bukan hari yang aku anggap sakral. Karena aku hanya menghabiskan waktu untuk tidur. Sampai akhirnya, terdengar suara kembang api yang mencuat keras. Aku terbangun. Aku enggan untuk keluar kamar karena aku takut, ini bisa membahayakanku.
            Ku lihat jam tangan yang sedari tadi melekat di pergelangan tanganku. Jam 12.01!
            “Oh, pantas saja. Semua orang merayakannya dengan menyalakan kembang api secara bersamaan pada sudut-sudut kota,” gumamku.
            “Namun, suara kembang api ini membuat ku semakin sulit untuk memejamkan mata. Hffft,” aku menghela napas.
            2 menit kemudian, aku memutuskan untuk keluar kamar. Karena aku sudah jenuh dengan suasana yang membosankan. Kamarku yang tak jauh dari balkon rumah membuat aku semakin penasaran. Duar! Duar! Suara kembang api pun semakin menjadi. Tahun baru kali ini, aku sengaja tak merayakannya dengan keluarga besarku. Aku hanya menatap kosong kembang api yang berserakan di langit. Awan gelap membuat kembang api tersebut terlihat indah. Walaupun, hanya melihat kembang api aku merasa cukup terhibur. Lalu, aku tak ingin melewatkan hal yang satu ini.
            “Make a wish!” aku pun terdiam. Menandakan aku sedang mengucap harapan yang semoga saja bisa terkabul di tahun 2013 ini.
            “Amin,” kataku lirih.
            Mungkin, harapanku ini terlalu tinggi. Namun tak apa, aku tak boleh takut untuk meraihnya. Segala sesuatunya bisa diraih! Pasti! Namun, jika Tuhan menghendaki ya. Walaupun kali ini tak ada yang istimewa, namun aku sangat bersyukur. Aku masih diizinkan untuk bertemu tahun 2013 ini. Semoga, tahun berikutnya juga masih diizinkan ya
            Udara di luar sudah mulai menusuk ke dalam dadaku. Aku melangkahkan kaki menuju kamar. Aku mencoba memejamkan mata. Karena aku tahu ini sudah pukul 01.00 dini hari. Tetapi, kali ini aku tak tahu apa yang membuat mataku enggan terpejam. Dengan sedikit rasa nekat, aku pun mengambil laptop dan menyalakannya segera. Tak lupa dengan modem SMARTFREN yang aku gunakan.
            Setelah sambungan terkoneksi, cepat-cepat aku ketikkan www.twittercom. Mungkin, ini sudah menjadi keseharianku sebagai pelajar yang kesepian. Selain aktif di blogger, aku juga tak bisa hidup tanpa twitter. Disanalah, aku mendapat sejuta informasi. Selain informasi, disana aku juga dapat mengungkapkan perasaan hati atau sering disebut curahan hati. Sudah sejak 2009 aku menggunakannya. Aku sering berkicau disana. Mengungkapkan apa yang aku rasakan. Mungkin kali ini, twitter sering digunakan menjadi media curahan hati sang empunya.
            Aku rasa mention di twitter sudah menumpuk. Dan aku tahu pasti. Lagi-lagi teman ocehanku di twitter yang sering nyampah.
            “Hffft, numpuk! Males balesnya. Masak iya tahun baru gini aku masih saja disibukkan dengan mention yang tidak penting? Nggak aku balas daaah yaaa~”
            Sebelumnya, aku sudah menaksirkan. Bahwa, tidak ada yang mengucapkan happy new year kepadaku. Namun, dugaan itu salah seketika. Di antara mention teman-temanku, ternyata masih saja ada yang peduli kepadaku. Meskipun hanya mengucapkan tiga kata, namun ternyata aku bisa sangat terhibur dengan ucapan itu.
            Berkali-kali aku mengucapkan kicauanku di timeline. Karena mungkin, ini wajib! Iya, wajib. Apa salahnya berbagi? Ya kan?
            “Hmmmm,” aku berdehem. “Enaknya ngapain lagi ya? Twitterku limit noh-___-“ kataku dalam hati.
            Dengan cepat aku memutuskan untuk mematikan laptop yang sedari tadi ada di hadapanku.
            Pukul 02.30 dini hari. Aku masih menunggu kehadiran batang hidung kakak perempuanku.
            “Kemana aja dia? Bikin aku khawatir tau nggak? Ishh,” aku hanya bisa menunggu dan menunggu.
            Sempat terlintas di benakku, aku ingin tidur dan memejamkan mata. Namun, air mataku tiba-tiba jatuh di pelupuk mata. Aku hanya mengingat suka dan duka di tahun 2012. Tak apa, Nesaaa! Lupakan yang jelek di tahun kemarin. Jadikan pelajaran di tahun ini. Mari kita buka lembaran baru dan ingatlah siapa sajakah sosok yang sangat membantumu di tahun 2012 lalu. Jika kau mengingatnya, maka dirimu akan merasa lengkap pada tahun berikutnya. Terima kasih atas semua kenangan di tahun 2012. Semua kenangan itu tak akan terlupakan. Terima kasih atas semua pelajaran yang bisa ku petik hikmahnya di tahun 2012. Aku yakin, semua itu akan membuatku merasa lebih bisa memaknai hidup dengan sempurna.
            Terima kasih:
·         Iqbal, kamu penyemangatku di tahun 2012. Namun, kamu juga biang kerok yang sering buat aku nangis, ketawa-ketiwi sendiri, dan bahkan kamu juga biang kerok yang bikin aku klepek-klepek sama kamu. Tapi itu dulu. Tahun 2012. Aku harap, kamu jangan muncul-muncul lagi ya di lembaran baruku tahun 2013 ini. Sudah cukup untuk PHPnya! :)
·         Luluk, Widya, Ayu, Khori, Tyas, Icha, Nana, Bagus, Rizal dan semua sahabat yang telah mendukungku di tahun 2012. Terima kasih banyak yaa! Buanyak banget kenangan bersama kalian. Mulai dari pergi les sampai basah kuyup, jalan-jalan cuci mata, belajar bareng, dan juga kalian telah mengajariku apa itu arti dari sebuah persahabatan. Semoga, kalian senantiasa setia mengisi lembaran baru di tahun 2013 ini yaa:D
·         Vicko, kamu pacar terbaikku di tahun 2012. Dan aku harap, semoga kita bisa langgeng di tahun 2013 ya sayang
·         Rama, Ardi, Mas Afif terima kasih atas kenangan yang telah kalian beri saat ulang tahun Icha. Menurutku, itu anugerah!
·         Mbak Rani, Mas Ade, Nana, Chakim, Ayu, Luluk, Aiham, Iqbal, dan Ardi terima kasih atas penghancuran kue tartku. Aku bahagia bisa merayakannya dengan kalian. Ulang tahun ke 14 itu yang paling asyik dan menarik({})

2 komentar: