Disetiap
kisah hidupku selalu ada kamu. Aku ini bodoh! Aku lebih memilih mempertahankan
hubungan yang nggak jelas ini. Bahkan aku rela menolak seseorang yang
benar-benar mencintaiku. Aku tak pernah mengerti isi hati orang lain. Aku nggak
peka! Iya kayak rasamu ke aku saat ini. Mungkin, saat ini aku cuma ngebalas
rasa yang nggak kesampaian itu. Tapi bodohnya aku, aku melukai hati seseorang yang
mencintaiku. Mungkin nggak hanya sekali, berkali-kali! Gila, aku menyia-nyiakan
perasaan mereka. Maaf ya, sekarang aku merasakan. Aku benar-benar kehilangan
mereka. Mereka yang dulu menyayangiku. Mereka yang dulu selalu ada untukku. Tapi
sekarang? Aku baru merasakan kehilangan. Seseorang yang dulu pernah memperhatikan
aku. Bahkan mereka peduli akan keadaanku. Hey, saat ini aku benar-benar
kesepian! Tolong hibur aku. ({})
Seakan-akan
aku telah menghilang dari sini. Di kehidupan ini, aku tak ingin menunggu hal
yang tak pasti. Tuhan, berilah aku kesempatan. Aku ingin memutar waktu. Aku ingin
semua terulangi. Aku ingin mengulang saat-saat mereka menyayangiku,
menganggapku ada. Aku ingin menghilang dari dunia ini. Kali ini, sungguh aku
merasa terasingkan. Tuhan, mengapa semua ini terjadi?
Titik-titik
hujan mengalir deras, sama seperti air mata ini. Aku hanya kangen denganmu. Sesosok
laki-laki yang tampan, berani, dan pandai. Namun kali ini kau telah melukai
hatiku. Aku ini hanya wanita biasa. Aku punya hati! Aku punya perasaan! Tolong hargai
aku. Lihatlah aku, aku hanya ingin kau tahu. Aku telah lama menunggu, aku telah
sabar menantinya. Namun……. Kau sia-siakan juga perasaan ini? Semua ini membual.
Dirimu tak kunjung datang saat aku membutuhkanmu. Tapi, dulu aku selalu
berusaha untuk mendatangimu saat kau membutuhkan aku. Mengapa Tuhan? Mengapa?
Bagaimanakah
nasib cintaku ini? Hatiku masih hidup di ragamu. Masih saja aku menganggap kamu
sebagai cintaku, seperti dahulu. Saat kita bersama, melewati hari-hari ini
berdua. Semenjak kau menghilang, semua berubah. Aku tak lagi ingin mengenal
cinta. Karena harapanku telah musnah. Kau musnahkan begitu saja. Sungguh, aku
benar-benar terpikat oleh pesonamu. Namun, kau campakkan aku begitu saja? Laki-laki
macam apa kau itu? Aku telah mencoba untuk melupakanmu. Namun, hasilnya selalu
bulat “KU TAK BISA MELUPAKANMU, KASIH. TUHAN TOLONG! AKU INGIN DIRINYA, RINDU
PADANYA, RINDU, RINDU, DAN SELALU MEMIKIRKANNYA.” Aku lelah menunggu!
Tolonglah,
bukakan pintu hatinya Tuhan! Sadarkan dia bahwa aku sangat mencintainya.
salut deh sama blog mu :) blogging yeah ke blog ku http://se7en-amazing.blogspot.com
BalasHapusHaha, makasih mas:D catatan galau ini..
BalasHapusokeeee:)