Cintailah
Cinta!
Aku hanya bisa
mengungkit-ungkit kenangan itu. Kenangan dimana kamu pertama kali menatapku
dengan tatapan aneh dan saat itu juga kau berani menggenggam tanganku. Seberat
kaki ini melangkah. Menuju ke arah yang salah. Aku tidak lagi bersamamu saat
ini. Aku sudah mulai menghilangkan kamu dari pikiranku. Namun kenyataannya,
semua kulakukan begitu berat. Hampa terasa.
Aku hanya bermimpi untuk
memilikimu. Tapi, sadarlah! Aku telah menunggumu cukup lama. Satu tahun! Iya, satu
tahun aku menunggu ketidakpastian ini. Bodohnya aku, aku selalu saja tak ingin
berada jauh darimu. Membuat hati ini terluka bila melihatmu bersama dengan
wanita lain. Aku cemburu. Sangat cemburu!
Apakah kau masih tidak
merasakannya? Apakah kamu selalu tidak merasa jika aku selalu inginkan kamu di
setiap detiknya? Tuhan, tolong beritahu dia tentang perasaan ini. Cinta dalam
hatiku. Aku belajar untuk selalu memendam perasaan ini. Aku juga akan selalu
belajar untuk melupakanmu. Aku selalu belajar memahami kemauanmu.
Apalah daya, aku tak kuasa. Aku
benar-benar tak rela. Bahkan, semuanya hancur dan sia-sia. Aku telah
mengorbankan perasaan ini. Aku mohon, jika kamu memang mencintaiku aku ingin
kamu member kepastian terhadapku. Bukan seperti saat ini, kamu menggantungkan
aku. Kamu memberiku harapan palsu. Apa maksudmu?
Sudah cukup puaskah kau
membalas semuanya kepadaku. Aku sudah tahu masa lalumu. Tapi, seharusnya peristiwa
kelam itu sudah kamu buang jauh-jauh dari kehidupan kita. Kamu takut ditolak? Iyakan?
Sampai segitunya kamu membalas itu semua. Aku hanya jadi pelampiasanmu. Iyakan?
Tuhan, apakah iya aku hanya
dijadikan pelampiasan untuknya? Tuhan aku mohon, aku ingin dia belajar
mencintai aku. Belajar memahami cinta masa depannya. Dan tolong, hargai aku
sebagai wanita yang benar-benar mencintaimu. Wanita yang selalu ada untukmu. Bukan
seperti ini. Kamu selalu saja mengungkit masa lalumu! Sudahlah, jadikan itu
semua pelajaran.
Mungkin, kamu ditolak karena
kamu memang tidak dijodohkan untuknya. Sekarang ada aku disini. Lihatlah aku! Pandanglah
aku! Mungkin aku seseorang yang terlah disiapkan Tuhan untukmu. Kita ditakdirkan
bersama. Namun, jika kamu selalu memikirkan masa lalumu aku akan mundur untuk
mendapatkan hatimu. Aku akan mundur bila kamu terus begini. Tak pernah pahami aku.
Aku cinta kamu, cinta!
Mulai dari sekarang, cintailah
cinta yang ada di hadapanmu. Seseorang yang selalu support kamu, seseorang yang
selalu ada untuk kamu, seseorang yang memahamimu, dan seseorang yang selalu
mencintaimu apa adanya dirimu. Dia selalu menerima kekuranganmu.
Aku selalu mencintainya karna kekurangannya:)
BalasHapusWehh, bagus dong kalau gitu. Terima dia karena kekurangannya yaaa;)
BalasHapusOke, terima kasih
BalasHapusSama-sama, selamat menikmati blog sayaaa:)
BalasHapusSep
BalasHapus