Selasa, 04 Desember 2012

Cintailah Cinta part 3


Cintailah Cinta!
Aku hanya bisa mengungkit-ungkit kenangan itu. Kenangan dimana kamu pertama kali menatapku dengan tatapan aneh dan saat itu juga kau berani menggenggam tanganku. Seberat kaki ini melangkah. Menuju ke arah yang salah. Aku tidak lagi bersamamu saat ini. Aku sudah mulai menghilangkan kamu dari pikiranku. Namun kenyataannya, semua kulakukan begitu berat. Hampa terasa.
Aku hanya bermimpi untuk memilikimu. Tapi, sadarlah! Aku telah menunggumu cukup lama. Satu tahun! Iya, satu tahun aku menunggu ketidakpastian ini. Bodohnya aku, aku selalu saja tak ingin berada jauh darimu. Membuat hati ini terluka bila melihatmu bersama dengan wanita lain. Aku cemburu. Sangat cemburu!
Apakah kau masih tidak merasakannya? Apakah kamu selalu tidak merasa jika aku selalu inginkan kamu di setiap detiknya? Tuhan, tolong beritahu dia tentang perasaan ini. Cinta dalam hatiku. Aku belajar untuk selalu memendam perasaan ini. Aku juga akan selalu belajar untuk melupakanmu. Aku selalu belajar memahami kemauanmu.
Apalah daya, aku tak kuasa. Aku benar-benar tak rela. Bahkan, semuanya hancur dan sia-sia. Aku telah mengorbankan perasaan ini. Aku mohon, jika kamu memang mencintaiku aku ingin kamu member kepastian terhadapku. Bukan seperti saat ini, kamu menggantungkan aku. Kamu memberiku harapan palsu. Apa maksudmu?
Sudah cukup puaskah kau membalas semuanya kepadaku. Aku sudah tahu masa lalumu. Tapi, seharusnya peristiwa kelam itu sudah kamu buang jauh-jauh dari kehidupan kita. Kamu takut ditolak? Iyakan? Sampai segitunya kamu membalas itu semua. Aku hanya jadi pelampiasanmu. Iyakan?
Tuhan, apakah iya aku hanya dijadikan pelampiasan untuknya? Tuhan aku mohon, aku ingin dia belajar mencintai aku. Belajar memahami cinta masa depannya. Dan tolong, hargai aku sebagai wanita yang benar-benar mencintaimu. Wanita yang selalu ada untukmu. Bukan seperti ini. Kamu selalu saja mengungkit masa lalumu! Sudahlah, jadikan itu semua pelajaran.
Mungkin, kamu ditolak karena kamu memang tidak dijodohkan untuknya. Sekarang ada aku disini. Lihatlah aku! Pandanglah aku! Mungkin aku seseorang yang terlah disiapkan Tuhan untukmu. Kita ditakdirkan bersama. Namun, jika kamu selalu memikirkan masa lalumu aku akan mundur untuk mendapatkan hatimu. Aku akan mundur bila kamu terus begini. Tak pernah pahami aku. Aku cinta kamu, cinta!
Mulai dari sekarang, cintailah cinta yang ada di hadapanmu. Seseorang yang selalu support kamu, seseorang yang selalu ada untuk kamu, seseorang yang memahamimu, dan seseorang yang selalu mencintaimu apa adanya dirimu. Dia selalu menerima kekuranganmu.

5 komentar: