Kamis, 29 November 2012

Cintailah Cinta part 1


 Cintailah Cinta!
Tuhan, jika dia memang jodohku maka dekatkanlah kami. Namun, jika tidak tolong jauhkanlah kami. Aku menderita seperti ini. Sangat menderita. Dimana dia tak pernah mengungkapkannya padaku. Perasaan itu, perasaan yang membara di hatiku. Aku ingin dia mengungkapkannya! Aku ingin dia memberanikan dirinya untuk mengungkapkan perasaannya sebelum dia kehilangan aku. Saat aku tak ada lagi di dunia ini. Saat aku tak bisa melihat senyumnya kembali. Tuhan, tolonglah. Aku bosan. Bosan menunggu.
Menunggu cinta yang tak pasti. Aku harap dengan perginya aku, kamu akan tahu bagaimana rasa sakit yang aku rasakan. Kamu yang selalu menggantungkan perasaanku. Aku muak! Aku ingin pergi darimu. Namun, aku tak sanggup kehilanganmu. Bukan kehilangan ragamu. Tapi, aku takut kehilangan cintamu. Mungkin saat itu kau mempermainkan aku, saat aku tak bisa membalas cintamu.
Sejak saat itu, aku mulai paham. Paham karena kamu memang ada rasa kepadaku. Meski aku tak percaya, kau berusaha pahamkan aku. Pahamkan perasaan ini. Perasaan yang haus akan cinta. Namun, aku terlalu bodoh untuk memahaminya. Aku bodoh, sehingga kau menjauh dariku. Mungkin ini memang salahku. Tapi kenapa setiap aku ingin pergi darimu, kau malah mencegahnya? Dan betapa bodohnya aku melepaskanmu. Meski aku tahu. Aku sangat mencintainya. Mencintai kekurangannya. Dan aku bersyukur mengenalmu.
Di saat kamu berada di sini, aku tak menginginkanmu. Tapi, di saat kamu jauh aku baru saja merasakannya. Betapa rindunya aku ke kamu. Bagaimana galaunya aku tanpa kamu. Kamu yang ada di sisiku saat ini. Kau menancapkan panah cinta yang terlalu dalam di hatiku. Dan saat kau pergi, panah ini menyayat-nyayat hatiku. Menyayat seluruh rasa dan asaku. Tuhan, apakah cukup di sini pencarian cintaku?
Aku tak ingin merasakan kesakitan ini lagi. Sudah cukup kurasakan. Sakit yang begitu dalam. Dia membuatku sangat menderita. Hanya ini yang bisa aku lakukan. Menulis semua hal tentangmu. Hanya ini!
Melihatmu tersenyum saat jam istirahat sekolah, mungkin dapat menyembuhkan sedikit lara hati ini. Walaupun aku tak mampu, melihat kau tersenyum. Karena senyuman itu palsu! Senyummu itu hanya untuknya. Bukan untukku lagi.
Tuhan, berikan aku ketabahan. Agar aku selalu bisa menerimanya kapanpun. Dan saat dia ada di sampingku, jangan biarkan dia mengetahui semua masa lalu yang pernah ku alami begitu suram. Aku ingin bahagia saat bersamanya. Saat di sampingnya. Aku ingin hati kita selalu menyatu. Kapanpun itu!
Tuhan, mengapa di saat dia bersama wanita lain aku begitu cemburu? Aku merasakan hal itu sangat membuatku jatuh dan terpuruk. Aku benar-benar ingin kamu mengetahui bagaimana rasa cintaku kepadamu. Mendekatlah, dan kau akan tahu betapa aku mencintaimu. Sangat-sangat mencintaimu.
Tuhan, apakah semua ini takdir? Apakah dia jodohku? Ataukah dia hanya singgah untuk beberapa saat saja di hatiku? Tuhan, jangan biarkan aku menangis lagi. Menangis karena cinta. Cinta yang belum tentu kapan berakhirnya. Tapi mengapa sampai saat ini aku masih tak mau melupakannya? Meski aku tahu dia sering membuatku terluka bahkan menangis. Dia yang selalu kurindukan. Aku cinta kamu. Mengertilah! Aku ini wanita. Aku tak mungkin memulai.
Jika kau benar-benar sayang padaku, maka cobalah untuk mencintai cinta!

3 komentar: