Sabtu, 10 November 2012

Pelangiku

Sabtu, 10 November 2012
Hari ini mungkin bisa aku bilang hari yang menyebalkan. Maklum saja, tiga hari yang lalu aku telah meninggalkan sekolah tercinta. Aku sakit, YaTuhan. Aku divonis sakit maag. Parah katanya! Padahal, porsi makanku selalu banyak. Tapi memang, aku tidak terlalu memikirkan kesehatanku. Jadi, aku tak pernah teratur makan. Paling banyak sih dua kali. Sarapan pagi dan makan malam. Udah gitu, barusan masuk eh ada upacara. Payah tau gak! Tapi ya gimana lagi, sebagai generasi penerus bangsa ya mau nggak mau harus mengikuti upacara dengan khidmat.
Seperti biasanya, aku berada di barisan anak Paduan Suara. Tapi aku merasa ada yang asing disini. Aku tak melihat Iqbal di barisan kelas 9A. Biasanya sih dia baris di belakang sendiri. Dan barisan kelas 9A tepat di sebelah barisan Paduan Suara. Aku tak melihat batang hidungnya. Apa dia sakit? Aku khawatir dengannya. Tapi, apakah kemarin-kemarin dia juga mengkhawatirkanku disaat aku sakit? Aku tak memikirkan keadaanku. Aku hanya was-was dengan keadaan Iqbal saat ini. Sesaat aku terdiam, dan sepertinya Widya dan Luluk tahu akan perilaku sahabatnya ini.
Lalu dengan nada yang sedikit mengagetkanku, mereka berkata "Hey, kata Teo Iqbal peduli sama Nesaaa lhooo," dengan kata mengejek. "Heee? Iya?," akupun tersentak. "Iyaa, cie nesaaaa:p" Haha, aku tertawa dalam hati. Tapi dalam tawa itu aku bertanya-tanya. Apakah benar?
Luluk menyambung dan menyadarkanku dari lamunanku seketika "Iya, katanya Teo pas kemarin di Terminal mereka duduk-duduk disitu (mbambong istilahnya) terus Iqbal bilang kalo Nesa sakit, dia bilang ke Ardi sama Teo, katanya se gituu." "Emang kapan?" "Kemarin pas kamu nggak masuk." "Iyaaaa?" "Iya nesaaa. Ciyeee"
Akupun tak bisa menahan senyum di mulutku. Aku senaaang.
Aku tak sabar untuk menghubunginya, walau rumah kita berseberangan. Rumahnya tepat di belakang rumahku.

Sesampainya di rumaah....
Aku buru-buru mengambil hpku dan segera menekan SMS lalu ku kirim ke kontak bernama "Iqbal"
Lama aku menunggu, mungkin dia sedang tidur dan aku memakluminya.
Hpku menyala, ada SMS. Dan aku benar dari Iqbal. Dia nggak masuk hari ini karena SAKIT MATA.
Kasiannyaaaaa({})
Aku benar-benar tak sabar untuk bertemu dengan dia.
Alasan hari ini aku masuk ya karena aku hanya ingin melihat senyum manis darinya.
Tapi sayang, saat ini matahari itu tak bersinar lagi. Langit berubah mendung.
Semangatku yang dulu membara karenanya, sekarang tak ada lagi dan meredup.
Namun, aku coba tuk bangkit.
Aku berusaha untuk mendapatkan hatinya lagi.
Aku tak ingin melepasnya untuk kedua kalinya.
Aku terlanjur menyayanginya.
Aku hanya ingin dia di sampingku.
Aku hanya ingin dia yang menemani hari-hariku.
Tuhan, aku tak ingin berpisah dengannya.
Bila kita jodoh, pertemukan kami disaat yang tepat({})
Bila kita tak berjodoh, aku hanya ingin bisa membuat dia tersenyum.
Dan bila ini pertemuan terakhir kita, aku mohon.
Izinkan aku untuk memeluknya.
Aku ingin merasakan hangatnya dekapannya.
Aku ingin merasakan sentuhan lembut dari tangannya.
Aku ingin merasakan denyut jantungnya.
Aku ingin merasa benar-benar gugup saat berada di dekapannya.
Aku ingin semua berakhir SEMPURNAA.
Aku ingin kau menjadi Pelangiku.
Selalu ada saat aku bersedih dan menjadikanku  INDAH:) 

Kau begitu sempurna
Di mataku kau begitu indah
Kau membuat diriku
Akan selalu memujamu

Di setiap langkahku
Ku kan selalu memikirkan dirimu
Tak bisa ku bayangkan
Hidupku tanpa cintamu


Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa


Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku

Kau genggam tanganku
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata
Dan hapus semua sesalku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar