Tuhan, ajarkan aku kesempurnaan. Ingatkan
aku untuk selalu mengejar kesempurnaan bukan mengejar kesuksesan. Masa depanku
ada di tanganmu. Aku hanya bisa berdo’a dan berusaha. Aku mohon agar Ujian
Nasional 2013 bisa dilaksanakan dengan tertib dan lancar. Amin. Ya Allah,
hambamu ini ingin masuk SMA ya Allah. SMA 4 ya Allah. Hamba mohon.
Namun dibalik semua itu, aku masih
bimbang. Apakah aku harus memilih SMA ata SMK!-______- Tuhan, hamba mohon agar
pilihan hamba ini bisa terkabul dan selalu benar di mataMu. Amin.
Temen-temen, minta do’anya ya. Do’akan
kami bisa mengerjakan UNAS dengan lancar
tanpa menyontek. Dan mendapatkan danem tertinggi di sekolah ya Allah (˘ʃƪ˘)
Seandainya kau tahu. Panah asmara ini
menghujam hatiku. Aku yakin kau masih tak paham. Dan aku mengerti, ini bukanlah
segalanya. Cinta, mengertikah kau tentang cinta? Seberapa dalam kau
mencintaiku? Apakah kau peduli padaku? Mengapa semua berubah? Benarkah ini
cinta?
Seseorang meyakinkan bahwa ini benar-benar
cinta. Namun aku tak ingin kehilangannya. Aku hanya ingin kita sebatas sahabat.
Ingatlah, aku sudah milikinya. Tuhan, inikah rasanya sahabat menjadi cinta?
Iyakah? Tuhan tolong yakinkan aku. Aku tak ingin kita berpisah di kala nanti.
Aku ingin kau mengerti. Namun apalah daya, aku juga menikmatinya. Aku juga
merasakan rasa yang sama.
Apakah aku salah bila mencintainya? Apakah
aku harus pergi menjauh darinya? Namun bagaimana dengan perasaannya nanti?
Mengapa semua ini terjadi? Aku memang salah jika harus mencintainya, namun
bagaimana lagi? Semua harapan telah musnah. Aku lebih nyaman dengannya bukan
denganmu! Kemana kah engkau selama ini? Apa kau mengingatku? Aku tak yakin.
Nesa, ini semua salah. Tuhan tolong
hentikan semua ini. Aku mohon. Aku tak ingin mencintainya, walau sebenarnya aku
merasa nyaman dengannya. Tuhan, aku takut. Aku takut jika harus mencintainya
dalam hidupku. Kali ini aku benar-benar tak ingin kehilangannya. Hanya dia yang
aku mau.
Semua seolah berubah setelah ada dia. Dia mungkin
hanya dia yang mengerti aku. Yang paham dengan semua masalahku, selalu
mendukungku, bahkan dia selalu menasehatiku. Dia sosok yang dewasa dan luar
biasa. Namun jika dibandingkan denganmu, seolah berbeda. Sangat berbeda 180º.
Dia yang selalu bisa meyakinkanku, namun
dirimu? Kamu selalu tak ada jika aku membutuhkanmu. Tapi aku selalu mencoba
untuk diam. Karena ku tahu, kamu akan kecewa mendengarnya. Tapi, apakah aku
harus selalu menutup-nutupi kebohongan ini? Jika aku berbohong, pasti akan muncul
kebohongan-kebohongan lainnya.
Semua ini menyebalkan. Sangat menyebalkan!
Dimana kamu selalu berhasil merayuku. Sedangkan kamu? Kamu hanya pemberi
harapan palsu. Kamu selalu memberi janji yang tak nyata. Apakah aku harus
mempertahankanmu lagi? Mengingat kamu selalu tak punya pilihan. Kamu bukan pria
dewasa yang aku mau. Kamu bukan sosok yang selalu ku rindukan.
Jangan salahkan aku, jika aku bersikap
begitu. Bagaimana bisa aku harus terus-terusan jadi wanita yang pendiam dan mau
disakiti? Walaupun aku diam, namun aku tak akan kalah! Kamu yang tak pernah
menghubungiku membuat suasana hatiku kacau. Mengapa tidak? Iya bila kau tak
macam-macam dengan wanita lain. Namun jika iya? Taukah kau apa yang akan
terjadi? Apakah kau juga merasakan hal yang sama denganku? Tentu tidak!
Tuhan aku sangat yakin. Inilah ujian dari sebuah
persahabatan. Dimana saatnya aku merasa jengkel dan sangat marah. Memang awalnya
aku selalu memendam semua ini karena aku tak ingin menyampaikan ini semua
padamu. Ku coba meredam semua amarah. Namun ternyata, kau melakukannya
berkali-kali. Sebenarnya aku tak tega. Namun bagaimana lagi? Kau sangat
keterlaluan. Coba rasakan jadi aku! Memang terkadang aku salah, tetapi kali ini
tidak!
Kamu yang salah! Aku sudah mencoba bersabar untuk ini. Memang
sepele, namun aku benar-benar seperti diinjak-injak. Memang kamu siapa? Dengan seenaknya
menginjak-injak harga diriku. Memang aku yang menjauh! Namun semua ini karena
kamu, karena sikapmu. Taukah engkau mengapa aku begitu? Akankah kau tahu
perasaanku? Apa pedulinya kau terhadapku? Aku sudah mempercayaimu, namun? Semua
berubah! Semua harapanku musnah. Aku tak bisa menggapainya lagi bersamamu. Aku telah
menganggapmu sahabat, bahkan lebih!
Icha, ini semua tak semudah yang kamu kira. Aku punya
perasaan! Akankah kamu ingin selalu menyalahkan aku? Maafkan aku, aku memang
salah. Namun menurutku ini benar! Kamu yakin kalau kamu juga benar? Sama aku
juga merasakannya.
Tuhan, jangan biarkan kami berlarut-larut memikirkan ini
semua! Aku sudah mengatakan secara baik-baik padanya. Entahlah, aku tak tahu
apakah ini benar. Yang pasti, aku tak ingin kita salah paham kembali.
Hey teman, saran buat kalian yang lagi ada masalah sama sahabat:
·Jangan
biarkan masalah ini semakin panjang dan ruwet,
·Bicarakan
baik-baik dengannya,
·Jangan
dahulukan egois,
·Dengarkan
penjelasan darinya,
·Jangan
sampai terjadi salah paham yang menyebabkan masalah tersebut menjadi panjang,
dan
·Yakinlah
pasti semua akan baik-baik saja.
Jangan sampai seperti aku ya. Aku hanya bisa terdiam untuk
menegurnya. Karena aku sangat memahami perasaannya. Namun jika kalian seperti
sifatku ini, sebaiknya segera hilangkan. Maklum saja, jika tidak kalian akan
menyesal di akhir dan merasa harga diri kalian diinjak-injak. Sudahlah. Yang terpenting,
jangan sampai putus hubungan dengannya. Jika ada yang salah pada sahabat
kalian, tolong benarkan dia. Bantu dia untuk memperbaiki dirinya. Tegur dia! Ingatkan
dia!
Tuhan, cepat selesaikan masalah di antara kami. Aku sudah
jenuh. Aku ingin semua seperti dulu. Saat awal bertemu dengannya. Icha yang
polos, icha yang selalu ada untukku, icha yang selalu rajin mendengarkan
curhatanku.
Icha, maafkan aku jika aku terlalu egois. Aku hanyalah
manusia biasa yang jauh dari kesempurnaan;;)
Terdengar
suara terompet di luar sana. Jalanan Kota Surabaya pun semakin dipenuhi oleh
jutaan masyarakat yang berlalu lalang untuk merayakan tahun baru. Hatiku mulai
tak sabar menunggu, namun aku malas jika harus keluar rumah untuk merayakannya.
Hari ini, mungkin bukan hari yang aku anggap sakral. Karena aku hanya
menghabiskan waktu untuk tidur. Sampai akhirnya, terdengar suara kembang api
yang mencuat keras. Aku terbangun. Aku enggan untuk keluar kamar karena aku
takut, ini bisa membahayakanku.
Ku
lihat jam tangan yang sedari tadi melekat di pergelangan tanganku. Jam 12.01!
“Oh,
pantas saja. Semua orang merayakannya dengan menyalakan kembang api secara
bersamaan pada sudut-sudut kota,” gumamku.
“Namun,
suara kembang api ini membuat ku semakin sulit untuk memejamkan mata. Hffft,”
aku menghela napas.
2
menit kemudian, aku memutuskan untuk keluar kamar. Karena aku sudah jenuh
dengan suasana yang membosankan. Kamarku yang tak jauh dari balkon rumah
membuat aku semakin penasaran. Duar! Duar! Suara kembang api pun semakin
menjadi. Tahun baru kali ini, aku sengaja tak merayakannya dengan keluarga
besarku. Aku hanya menatap kosong kembang api yang berserakan di langit. Awan
gelap membuat kembang api tersebut terlihat indah. Walaupun, hanya melihat
kembang api aku merasa cukup terhibur. Lalu, aku tak ingin melewatkan hal yang
satu ini.
“Make
a wish!” aku pun terdiam. Menandakan aku sedang mengucap harapan yang semoga
saja bisa terkabul di tahun 2013 ini.
“Amin,”
kataku lirih.
Mungkin,
harapanku ini terlalu tinggi. Namun tak apa, aku tak boleh takut untuk
meraihnya. Segala sesuatunya bisa diraih! Pasti! Namun, jika Tuhan menghendaki
ya. Walaupun kali ini tak ada yang istimewa, namun aku sangat bersyukur. Aku
masih diizinkan untuk bertemu tahun 2013 ini. Semoga, tahun berikutnya juga
masih diizinkan ya♥
Udara di luar sudah
mulai menusuk ke dalam dadaku. Aku melangkahkan kaki menuju kamar. Aku mencoba
memejamkan mata. Karena aku tahu ini sudah pukul 01.00 dini hari. Tetapi, kali
ini aku tak tahu apa yang membuat mataku enggan terpejam. Dengan sedikit rasa
nekat, aku pun mengambil laptop dan menyalakannya segera. Tak lupa dengan modem
SMARTFREN yang aku gunakan.
Setelah sambungan
terkoneksi, cepat-cepat aku ketikkan www.twittercom. Mungkin, ini sudah menjadi keseharianku sebagai
pelajar yang kesepian. Selain aktif di blogger, aku juga tak bisa hidup tanpa
twitter. Disanalah, aku mendapat sejuta informasi. Selain informasi, disana aku
juga dapat mengungkapkan perasaan hati atau sering disebut curahan hati. Sudah
sejak 2009 aku menggunakannya. Aku sering berkicau disana. Mengungkapkan apa
yang aku rasakan. Mungkin kali ini, twitter sering digunakan menjadi media
curahan hati sang empunya.
Aku rasa mention di twitter
sudah menumpuk. Dan aku tahu pasti. Lagi-lagi teman ocehanku di twitter yang
sering nyampah.
“Hffft, numpuk! Males
balesnya. Masak iya tahun baru gini aku masih saja disibukkan dengan mention
yang tidak penting? Nggak aku balas daaah yaaa~”
Sebelumnya, aku sudah
menaksirkan. Bahwa, tidak ada yang mengucapkan happy new year kepadaku. Namun,
dugaan itu salah seketika. Di antara mention teman-temanku, ternyata masih saja
ada yang peduli kepadaku. Meskipun hanya mengucapkan tiga kata, namun ternyata
aku bisa sangat terhibur dengan ucapan itu.
Berkali-kali aku
mengucapkan kicauanku di timeline. Karena mungkin, ini wajib! Iya, wajib. Apa
salahnya berbagi? Ya kan?
“Hmmmm,” aku berdehem.
“Enaknya ngapain lagi ya? Twitterku limit noh-___-“ kataku dalam hati.
Dengan cepat aku
memutuskan untuk mematikan laptop yang sedari tadi ada di hadapanku.
Pukul 02.30 dini hari.
Aku masih menunggu kehadiran batang hidung kakak perempuanku.
“Kemana aja dia? Bikin
aku khawatir tau nggak? Ishh,” aku hanya bisa menunggu dan menunggu.
Sempat terlintas di
benakku, aku ingin tidur dan memejamkan mata. Namun, air mataku tiba-tiba jatuh
di pelupuk mata. Aku hanya mengingat suka dan duka di tahun 2012. Tak apa,
Nesaaa! Lupakan yang jelek di tahun kemarin. Jadikan pelajaran di tahun ini.
Mari kita buka lembaran baru dan ingatlah siapa sajakah sosok yang sangat
membantumu di tahun 2012 lalu. Jika kau mengingatnya, maka dirimu akan merasa
lengkap pada tahun berikutnya. Terima kasih atas semua kenangan di tahun 2012.
Semua kenangan itu tak akan terlupakan. Terima kasih atas semua pelajaran yang
bisa ku petik hikmahnya di tahun 2012. Aku yakin, semua itu akan membuatku
merasa lebih bisa memaknai hidup dengan sempurna.
Terima kasih:
·Iqbal, kamu penyemangatku di tahun 2012. Namun, kamu juga biang kerok
yang sering buat aku nangis, ketawa-ketiwi sendiri, dan bahkan kamu juga biang
kerok yang bikin aku klepek-klepek sama kamu. Tapi itu dulu. Tahun 2012. Aku
harap, kamu jangan muncul-muncul lagi ya di lembaran baruku tahun 2013 ini.
Sudah cukup untuk PHPnya! :)
·Luluk, Widya, Ayu, Khori, Tyas, Icha, Nana, Bagus, Rizal dan semua
sahabat yang telah mendukungku di tahun 2012. Terima kasih banyak yaa! Buanyak
banget kenangan bersama kalian. Mulai dari pergi les sampai basah kuyup,
jalan-jalan cuci mata, belajar bareng, dan juga kalian telah mengajariku apa
itu arti dari sebuah persahabatan. Semoga, kalian senantiasa setia mengisi
lembaran baru di tahun 2013 ini yaa:D
·Vicko, kamu pacar terbaikku di tahun 2012. Dan aku harap, semoga kita
bisa langgeng di tahun 2013 ya sayang♥
·Rama, Ardi, Mas Afif
terima kasih atas kenangan yang telah kalian beri saat ulang tahun Icha.
Menurutku, itu anugerah!
·Mbak Rani, Mas Ade, Nana, Chakim, Ayu, Luluk, Aiham,
Iqbal, dan Ardi terima kasih atas penghancuran kue tartku. Aku bahagia bisa
merayakannya dengan kalian. Ulang tahun ke 14 itu yang paling asyik dan
menarik({})