Halo! Lama banget nggak ngebuka blogger hihi.
Maklum ya anak SMA yang nggak bosen-bosennya ngerjain tugas, dan UH tiap minggu.
Hm bingung mau cerita apa.
Tapi tiba-tiba pingin cerita tentang "Friendzone".
Kata itu udah nggak asing lagi di telinga kita. Satu hal yang membuatku bingung, kenapa harus ada peristiwa yang namanya "Friendzone".
Yang punya pengalaman suka sama sahabat kalian, pasti kalian tahu gimana rasanya.
Sakit, yaiyalah.
Soalnya kan kalian itu selalu di dekatnya namun status kalian nggak lebih dari temen.
Trus nih, pasti diantara keduanya sama-sama bingung gimana nyatainnya biar satu sama lain nggak ada kerenggangan.
Aku? Pernah ngerasain? Iya!
So complicated!
Gatau dari mana asalnya, karena udah sering bareng, saling terbuka, udah nyaman banget, dan setiap hari kita pasti ketemu.
Haha, iya dia temen sekelas nih ceritanya.
Sekelas sama dia dari pertama masuk SMA.
Waktu MOS, kelas X, dan sampe sekarang, kelas XI.
Selalu ngelihat dia kalo di kelas, dia lagi sedih, dia lagi sakit, atau dia lagi gembira pun aku bisa tahu dan merasakannya.
Bisa dibilang, dia penyemangat waktu di sekolah. Hihi.
Aku terbuka banget sama dia, juga sering keluar berduaan, trus kalo lagi ngumpul sama temen-temen, kita duduknya nggak berjauhan.
Eh iya, awal dari Friendzone kita itu.........
Bermula waktu anak-anak pada nyomblangin gitu, soalnya kita sama-sama jomblo.
Gara-gara itu keterusan.
Waktu aku lagi pacaran, temenku curhat gitu.
Dia bahas tentang friendzone, awalnya nggak paham. Eh ketebak juga sama aku hihi.
Ternyata, temenku bilang kalo sebenernya dia ada rasa sama aku, jauh sebelum aku punya pacar.
Kaget, seneng, tapi bingung juga.
Di satu sisi, statusku berpacaran.
Tapi di sisi lain, dia selalu ada buat aku.
Namun aku semakin bingung karena dia tidak menyampaikan perasaannya......
Rabu, 04 Februari 2015
Sabtu, 08 Maret 2014
De La Seine Fleuve
Nah kali ini Nesa pingin bahas tentang Sungai Seine, ada yang tahu letaknya dimana?
Langsung aja ya, Sungai Seine terletak di Kota Paris. Kalian tahu nggak sih, Sungai Seine ini sebagai ikon pariwisata Kota Paris lho. Selain itu, sungai ini juga digunakan sebagai sumber air bersih bagi masyarakat disana. Kebutuhan air untuk pembangkit listrik tenaga nuklir dan panas juga diambil dari sungai ini. Sebagian warga Paris pun mengonsumsi air bersih hasil pengolahan air yang berasal dari Sungai Seine, di pusat-pusat penampungan dan pengolahan air sungai yang tersebar di Kota Paris. Sungai Seine juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari usaha pembenahan Kota Paris.
Seine yang merupakan sungai
terpanjang kedua di Prancis setelah Sungai Loire, yang awalnya hanya memenuhi
fungsi tradisionalnya, yaitu sebagai sarana transportasi air dan kanal
pembuangan pun ditata dan diperdayakan secara multiguna. Pemerintah Perancis menerapkan
potensi kekayaan alam untuk kemakmuran warganya. Panjang Sungai Seine ini
mencapai 776 km.
Riwayat Sungai Seine
Hingga pertengahan abad ke-18,
Paris masih menjadi langganan banjir karena luapan Sungai Seine yang melintasi
kota parfum tersebut. Dalam catatan sejarah Kota Paris, banjir hebat pernah terjadi pada tahun 1740 dan pada
tahun 1801-1802.
Lebih dari itu, selokan yang
berbau busuk merupakan pemandangan sehari-hari di Kota Paris. Akibatnya pada
tahun 1830, muncul epidemi kolera yang mengerikan. Pekerjaan besar terkait
dengan masalah di atas, diawali oleh Napoleon Bonaparte dengan membangun
tanggul di Dermaga d’Orsay, yang membentang dari Pont (jembatan) Royal hingga
Concorde. Pekerjaan besar tanpa jeda ini dirampungkan pada 1806. Pembangunan
tanggul baru dilanjutkan setelah jeda 2 tahun, yaitu pada Maret 1808-1812.
Akhirnya hasil kerja hampir 10
tahun tersebut menghasilkan tanggul sepanjang 3 km yang membentang dari Pont
Royal hingga Dermaga Montebello. Pekerjaan besar yang lain dilanjutkan oleh
kemenakan Napoleon Bonaparte yang menyandang gelar Napoleon III. Dia menugaskan
Baron Haussmann, seorang ahli perkotaan Prancis untuk melakukan restorasi total
Kota Paris.
Tidak tanggung-tanggung, untuk
memenuhi ambisi tersebut, Haussmann melakukan pekerjaan raksasa dengan
membongkar hampir 50% permukiman penduduk, termasuk menggusur rumah seniman
besar Victor Hugo. Tapi terbukti, kini Paris bertransformasi menjadi kota yang
indah.
Sungai Seine dapat dibagi menjadi lima bagian:
a) Petite Seine "Seine
Kecil" dari sumber
menuju
ke Montereau-Fault-Yonne
b) Haute Seine "High
Seine" dari Montereau-Fault-Yonne
ke Paris
c) Traversée de Paris "the
Paris waterway"
d) The Basse Seine
"Low Seine" dari Paris ke Rouen
e) Seine maritim "Maritime
Seine" dari Rouen
ke Selat Inggris.
Terdapat 37 jembatan di
Paris dan puluhan lainnya mencakup sungai di luar kota. Contoh di Paris
termasuk Pont Louis-Philippe dan Pont Neuf. Luar kota, contoh termasuk Pont de
Normandie, salah satu terpanjang jembatan kabel di dunia, yang menghubungkan Le
Havre ke Honfleur di Normandia, Perancis Utara. Panjangnya 2143.21 m (856 m antara 2 tiang).
Selanjutnya kita akan
membahas Pont des Arts. Pont des
Arts atau Passerelle
des Arts adalah
sebuah jembatan penyeberangan di Paris yang melintasi Sungai Seine. Ini menghubungkan
Institut de France
dan alun-alun (Cour
Carrée) dari palais du Louvre, (yang
telah disebut sebagai "Palais
des Arts" di bawah Kekaisaran Pertama).
Pont des Arts ini terkenal dengan "tradisi" gembok cinta (love
padlocks).
Langganan:
Postingan (Atom)